RM.id Rakyat Merdeka - Dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di Sumatera dan Kalimantan harus menjadi perhatian serius Pemerintah. Penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus mengutamakan perlindungan warga. Terlebih, asap kebakaran kini telah menjadi persoalan lintas negara di kawasan ASEAN.
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus anggota DPR, Muhammad Kholid, mendukung Pemerintah mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Dia mengatakan, kabut asap telah mengganggu kesehatan, pendidikan, kegiatan ekonomi, dan hubungan dengan negara tetangga.
“Penanganan (karhutla) harus segera dipercepat,” tegas Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan pemantauan Kementerian Kehutanan hingga 8 Oktober 2026 pukul 21.10 WIB, terdapat 387 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di seluruh Indonesia. Sumatera Selatan mencatat 130 titik panas, sedangkan Kalimantan Tengah sebanyak 86 titik.
Baca juga : Perjuangkan Aspirasi Umat, PKB Jatim Perkuat Struktur Ranting dan Anak Ranting
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan 622 titik panas di Kalimantan Barat dalam pemantauan 24 jam terakhir hingga 9 Oktober 2026. Kondisi tersebut disertai potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap.
“Data tersebut menunjukkan perlunya penguatan penanganan karhutla, terutama dalam melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah kebakaran berulang,” ujarnya.
Kholid mengapresiasi kerja satuan tugas (satgas) karhutla di lapangan. Namun, dia mengingatkan bahwa sumber api dan dampak asap kerap berada di wilayah berbeda. Dia mendesak Pemerintah membuka sumber kebakaran secara transparan dan setiap pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku.
“Perlindungan warga, terutama ibu hamil, anak-anak, serta sekolah, pekerja, dan layanan kesehatan, dapat menjadi bagian dari komando penanganan yang sudah berjalan,” katanya.
Baca juga : Top, Rekening Emas BRI Melonjak 1.004 Persen
Dia juga menyoroti dampak kabut asap yang mulai dirasakan negara tetangga. Presiden Prabowo Subianto diketahui telah berkomunikasi langsung dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan menyatakan kesediaan mengambil langkah yang diperlukan.
“Kami mengapresiasi respons cepat Presiden. Momentum ini perlu dijawab dengan kepemimpinan Indonesia di kawasan, bukan sikap defensif,” ujar Kholid.
Kholid mengingatkan, Indonesia telah meratifikasi ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) dan menjadi tuan rumah pusat koordinasi ASEAN untuk penanganan asap lintas batas. Menurutnya, posisi tersebut memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran utama dalam penanganan karhutla di tingkat regional, bukan sekadar merespons desakan negara lain.
“Indonesia harus mengambil inisiatif dalam pertemuan negara-negara ASEAN dan menjadikan pusat koordinasi tersebut sebagai simpul kerja sama penanganan asap di kawasan,” sebutnya.
Baca juga : Hunian Hotel Tertekan, Pemprov Didorong Perbanyak Konser & Event Internasional
Menurut Kholid, bantuan dari negara-negara ASEAN dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan di lapangan, dengan kendali operasi tetap berada di tangan Indonesia. Namun, kepemimpinan regional harus diiringi langkah konkret di dalam negeri, mulai dari penanganan yang transparan hingga perlindungan nyata bagi masyarakat terdampak.
“Kerja sama ASEAN patut digunakan untuk mempercepat penanganan, tetapi tanggung jawab utama tetap berada pada pemerintah Indonesia,” pungkas anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VI tersebut.
Sebelumnya, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, Pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla di sejumlah daerah. Di antaranya dengan mematangkan strategi baru untuk menangani karhutla di Kalimantan Selatan. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.