BREAKING NEWS
 

Jamin Stok Beras Melimpah, Gerindra: Swasembada Pangan Bukan Omon-omon

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Sabtu, 24 Oktober 2026 06:50 WIB
Politisi Partai Gerindra sekaligus anggota DPR Andre Rosiade. (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Swasembada pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar narasi, melainkan fakta bahwa di lapangan stok beras benar-benar melimpah. Ketersediaan beras di sejumlah gudang Perum Bulog di berbagai daerah sudah terverifikasi ada.

“Swasembada tuh tidak pakai narasi, tapi pakai fakta. Mari datang ke gudang Bulog masing-masing yang ada di berbagai kota/kabupaten maupun provinsi. Kita bisa melihat bagaimana gudang itu penuh,” kata politisi Partai Gerindra sekaligus anggota DPR Andre Rosiade dalam diskusi mengenai dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Andre mencontohkan hasil pengecekan gudang Bulog di Sumatera Barat. Dia membeberkan, berdasarkan data persediaan yang diperiksanya beberapa waktu lalu, stok beras di provinsi tersebut dinilai mencukupi hingga Maret 2027.

“Sekarang kita enggak impor lagi beras. Itu karena apa? Kebijakan pemerintah yang jelas berpihak kepada petani. Itu bukan hanya narasi omon-omon pidato, tetapi direalisasikan dengan kebijakan,” tuturnya.

Andre juga menyebut Indonesia telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas dan mulai melakukan ekspor. Bahkan, kata dia, Indonesia juga berpeluang mengekspor beras ke Arab Saudi.

Baca juga : ESDM Gercep Usut Selisih 382 KL Solar Di Semarang

“Beberapa hari sebelumnya, seorang rekannya meminta informasi mengenai peluang ekspor 500 ton beras Indonesia dengan kualitas tertentu ke negara tersebut,” ungkapnya.

“Kata Pak Mentan, ‘Bisa. Karena kita surplus.’ Silakan kirim surat resmi kepada Pemerintah Indonesia, kepada Bulog, kita bisa,” sambung Andre.

Selain ketersediaan stok beras, Andre menyoroti kebijakan Pemerintah yang menetapkan harga pembelian gabah petani sebesar Rp 6.500 per kilogram. Dia juga menyebut harga pupuk telah turun 20 persen pada masa Pemerintahan Prabowo.

Adsense

“Ini keberpihakan yang konkret dan jelas, bukan kebijakan omon-omon, narasi omon-omon yang dipidatokan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, swasembada pangan merupakan salah satu kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global. Kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri penting untuk menjaga ketahanan nasional di tengah ancaman krisis ekonomi, perubahan iklim, dan gejolak geopolitik.

Baca juga : Borong 26 Dukungan, Appi Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Sulsel

Demikian disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Prabowo mengatakan, Indonesia relatif mampu menjaga stabilitas nasional, terutama dalam sektor pangan. Dia menyebut keberhasilan mencapai swasembada pangan dalam waktu relatif cepat sebagai salah satu capaian utama Pemerintah.

“Kita lihat dunia penuh tantangan. Kita masih bersyukur bahwa kita relatif dalam keadaan baik. Pangan kita terkendali, prestasi kita yang paling utama antara lain kita swasembada pangan dalam waktu cepat,” ujarnya.

Dia mengingatkan, dalam situasi konflik maupun krisis global, pangan dapat menjadi instrumen strategis yang menentukan kekuatan suatu negara. Bahkan, kata dia, negara yang memiliki kemampuan finansial belum tentu dapat memenuhi kebutuhan pangannya jika negara produsen membatasi ekspor.

“Pangan itu menentukan karena sekarang pangan bisa menjadi senjata. Dalam keadaan krisis, kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain,” jelasnya.

Baca juga : ASDP Lirik Potensi Bisnis Logistik Dan Pariwisata

Prabowo juga menyinggung tantangan perubahan iklim sepanjang 2025–2026, termasuk kekeringan berkepanjangan dan fenomena El Nino. Meski demikian, dia mengatakan, Pemerintah mampu mempertahankan swasembada pangan di tengah kondisi cuaca yang sulit.

“Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan. Di musim yang sangat sulit, 2025–2026 kekeringan cukup panjang, kita bisa swasembada. El Nino kita hadapi, nanti ada La Nina kita hadapi. Kita sudah punya kontingensi-kontingensi, dengan swasembada pangan relatif kita punya daya tahan,” ungkapnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense