Sebelumnya
Sementara Kang Emil yang baru terpilih tahun lalu memimpin Jawa Barat, memiliki waktu 5 tahun untuk membangun popularitasnya di tingkat nasional. Syaratnya, dia harus sukses membangun Jabar, agar namanya harum di tingkat nasional.
Selain modal basis suara yang besar di Jabar, Kang Emil memiliki kelebihan lain. Ia adalah kepala daerah paling aktif di media komunikasi zaman now, yakni medsos. Kaum milenial potensial menjadi basis suaranya juga. Soal popularitas, Kang Emil masih di atas AHY.
Sosok Khofifah, dikenal sebagai sosok yang gigih dalam kancah kompetisi politik. Dia dua kali kalah dalam Pilgub Jatim, di mana satu di antaranya ada sinyalemen pernah dicurangi. Tapi kemudian, kali ketiga, eks Mensos itu muncul sebagai pemenang. Ini mematahkan anggapan yang menyebutkan, politisi siap menang, namun tak siap kalah.
Baca juga : Jokowi : Tahun 2025, Masyarakat Indonesia Harus Pegang Sertifikat Tanah
Selain itu sebagai seorang perempuan berlatar belakang NU, Khofifah tentu menjadi pembeda. Soalnya, masih sedikit sosok perempuan NU yang muncul di tengah kultur patriarki pesantren.
Sementara Puan, unggul dari sisi senioritas. Tak hanya itu, dia memiliki mesin politik yang solid. PDIP sendiri yang berdasarkan hasil quick count semalam mendapat lebih dari 20 persen suara parlemen, akan menjadi daya tarik yang luar biasa buat Puan di Pilpres 2024. Puan berpeluang besar jadi menteri lagi, kalau Jokowi kembali jadi presiden. Bahkan, Puan bisa saja mengambil posisi Ketua DPR karena PDIP jadi pemenang Pemilu Legislatif.
"Posisi sebagai ketua DPR bisa dongkrak Puan," terang Hendri. Meski demikian, Hendri menyebut semuanya punya peluang yang sama di Pilpres 2024. "Semuanya punya peluang. Sebab saat ini semuanya masih sama, masih di belakang garis start. Nggak ada yang duluan," tutur Hendri.
Baca juga : Jokowi: Banyak Yang Ngira Saya & Anies Ada Masalah
Sosok baru, kata Hendri, bisa saja muncul dalam rentang waktu 5 tahun mendatang. Bisa saja, anak-anak Gus Dur atau anak-anak Soeharto. Bisa juga tokoh-tokoh muda lain, yang saat ini belum terlalu mengemuka.
Misalnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin atau Ketua Umum Partai Golongab Karya (Golkar) Airlangga Hartarto. Itu tergantung pada momentum politik.
"Inilah yang didapat Jokowi. Jadi, yang menentukan adalah momentum politik dari masing-masing tokoh yang akan muncul di 2024 nanti," lanjutnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.