BREAKING NEWS
 

Jelang Pilkada

Diskominfo Jabar Minta Kabupaten/Kota Terus Lakukan Sosialisasi Cegah Hoaks

Reporter : DIDDY RACHMAT RIDJADI
Editor : FAZRY
Jumat, 19 Juli 2024 17:50 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat terus mendorong dinas terkait di kabupaten dan kota mengantisipasi potensi penyebaran hoaks atau informasi bohong di Pilkada 2024.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jabar Ika Mardiah, mendorong unit saber hoaks daerah di 27 kabupaten kota yang hadir sebagai peserta IKP Fest, untuk mendeteksi dini potensi hoaks itu jauh hari, bukan hanya pada saat gelaran pilkada.

"Deteksi dini potensi hoaks itu sebaiknya dilakukan segera untuk mencegah tersebar luas," kata Ika Mardiah dalam rangkaian IKP Fest 2024 di Kabupaten Karawang, Jumat (19/7/2024).

IKP Fest merupakan program rutin yang dilakukan Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Jabar.

Baca juga : Buka PKN II, Menag Pastikan Akan Terus Lakukan Inovasi Digital

IKP Fest 2024 merupakan gelaran ke-3 kalinya untuk menyamakan persepsi bidang IKP seluruh kabupaten kota dalam pengelolaan infomasi dan komunikasi publik.

Ketua Jabar Saber Hoaks (JSH) Alfianto Yustinova juga meminta saber hoaks di daerah agar terus-menerus mensosialisasikan langkah cegah hoaks kepada masyarakat.

Adsense

"Sosialisasi langkah cegah hoaks juga harus terus dilakukan agar masyarakat lebih aware dan tidak mudah termakan hoaks," tegas Alfian.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Ilmu Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Mudiyati Rahmatunnisa, yang hadir sebagai pembicara utama dalam bincang "Penguatan Unit Saber Hoaks Daerah Jelang Pilkada Serentak 2024", mengatakan, bahwa potensi hoaks setiap pemilu atau pilkada selalu besar, terlebih di Indonesia, termasuk Jabar dengan pengguna media sosial terbanyak.

Baca juga : Pemkot Jakpus Bahas Mitigasi Cegah Hoaks

"Sampai Januari 2024, pengguna internet di Indonesia sebanyak 185,8 juta, termasuk didalamnya pengguna media sosial yang jumlahnya cukup banyak. Indikator ini menjadi peluang besar unuk penyebaran hoaks," kata Mudiyati.

Kata dia, masyarakat harus terus diingatkan tentang ciri-ciri utama dari berita atau informasi hoaks agar bisa cegah dini dan informasi bohong itu tidak tersebar.

"Beberapa ciri utama hoaks adalah judul berita yang bombastis, selalu minta disebarkan, isi, dan judul tidak bersesuaian, kemudian selalu mencantumkan nama pesohor atau lembaga terpercaya," paparnya.

Mudiyati juga menjelaskan tentang bahaya hoaks terhadap pilkada, di antaranya bisa mendelegitimasi hasil pilkada dan mengacaukan informasi pilkada.

Baca juga : Waspada Potensi Serangan Fisik Dan Siber Di Daerah

"Apalagi pada pilkada 2024 berita hoaks akan lebih bahaya karena menggunakan media video editan yang mudah sekali langsung dipercaya masyarakat," pungkas Mudiyati.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense