RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum (Ketum) organisasi Kita Gema Nusantara (KGN) Boyke Hasiholan Simanjuntak meyakini duet Pramono Anung-Rano Karno bakal unggul di kontestasi Pilkada Jakarta.
Dukungan untuk jagoannya diklaim terus mengalir, termasuk para pendukung Anies Baswedan yang gagal berkontestasi.
"Setelah rutin melakukan pertemuan konsolidasi dengan relawan, ternyata sangat banyak pendukung Anies Baswedan ikut bergabung di relawan KGN," ujar Boyke di Jakarta, Jumat (20/9/2024).
Boyke meyakini, Mas Pram dan Bang Doel (Rano) merupakan pasangan yang ideal untuk memimpin Jakarta. Termasuk para pendukung Anies yang diklaim banyak yang masuk ke barisan KGN.
Baca juga : Kadin Ganti Ketum, Jokowi: Jangan Bola Panasnya Disorong Ke Saya
"Rakyat Jakarta itu sudah cerdas dalam berpolitik. Walau Pak Anies Baswedan batal di pencalonan Gubernur Jakarta, tapi hubungan komunikasi beliau ke Pramono-Rano sangat baik sekali. Saya yakin, pendukung Anies nanti bakal banyak yang memilih Mas Pram dan Bang Doel," klaimnya.
Pemantauannya, Pram-Bang Doel memiliki respon baik bagi warga Jakarta. Misalnya, program kampanye seperti pendidikan gratis, pelayanan kesehatan yang lebih baik dan tata kelola birokrasi bersih sangat diterima warga Jakarta.
Bahkan, setiap agenda blusukan tidak ada penolakan dari warga, justru disambut dengan hangat. Pun, Boyke tidak ambil pusing dengan hasil survei yang tidak mengunggulkan jagoannya.
Menilik hasil rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), pasangan Ridwan Kamil-Suswono meraih 51,8 persen. Sementara Pramono Anung-Rano Karno hanya 28,4 persen. Sedangkan Dharma Pongrekun dan Kun Wardana diangka 3,2 persen.
Baca juga : Darmizal Yakin Kabinet Prabowo-Gibran Diisi Profesional, Ini Alasannya
Lainnya, tidak ikut memilih alias golput sebesar 3,9 persen, dan tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 12,8 persen. Boyke enggan menggubris haail survei tersebut.
Dia mengatakan, lembaga survei itu bukan rujukan dalam memenangkan calon gubernur dan wakil gubernur. Karena kredibilitas lembaga survei sekarang ini banyak dipertanyakan. Dugaannya, hanya dijadikan alat pesanan untuk penggiringan politik saja.
"Biarkan saja lembaga survei merilis hasil elektabilitas calon dan wakil gubernur Jakarta. Bagi saya itu tak ada pengaruhnya. Saat ini Relawan KGN hanya fokus melakukan konsolidasi dari tingkat kecamatan sampai kelurahan di seluruh Kota Jakarta," ungkapnya.
Boyke menjelaskan, KGN sudah hampir 80 persen membentuk struktur relawan tim sosialisasi kampanye (Soskam) tingkat kecamatan. Kemudian, relawan KGN dalam tim Soskam ini akan bekerja lagi membentuk tim penggerak tingkat kelurahan.
Baca juga : SBY Yakin Prabowo Punya Agenda Tepat Majukan Rakyat Indonesia
Tugas relawan ini bakal saling bersinergi melakukan perekrutan warga Jakarta untuk memilih Pramono-Rano di Pilkada Jakarta 2024.
"Tim Soskam dan tim penggerak KGN juga sudah dibekali strategi “Ketok Pintu” rumah warga untuk mengajak berdialog dan mensosialisasikan program kampanye Mas Pram dan Bang Doel," imbuhnya.
Boyke juga menegaskan tidak ada guna jika calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta elektabilitasnya tinggi dan didukung banyak partai, tapi ditolak sebagian besar masyarakat Jakarta.
"Relawan KGN masa bodo dengan hasil suvei elektabilitas. Kami lebih yakin Mas Pram dan Bang Doel itu elektabilitasnya sangat populer di tengah masyarakat. Karena kedua pemimpin ini koalisinya memang bersama rakyat dan tidak ada penolakan ketika mereka blusukan ke warga," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.