Sebelumnya
Alfian menilai, rendahnya tingkat keterpilihan pasangan petahana Isran Noor dan Hadi Mulyadi dapat dikaitkan dengan peningkatan jumlah pemilih rasional, terutama di kalangan generasi Z dan milenial.
Kelompok ini lebih cenderung menilai kinerja calon kepala daerah petahana selama masa jabatannya. Pemilih yang rasional ini menilai adanya ketidakonsistenan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab calon petahana selama lima tahun terakhir.
Penyebab utama rendahnya dukungan terhadap petahana meliputi kegagalan mempertahankan basis suara atau konstituen, serta kegagalan dalam mengatasi situasi pandemi.
Baca juga : Survei CNN: Elektabilitas Rudy-Ali Tinggalkan Isran-Hadi Di Pilkada Kaltim
Di masa pandemi, lanjut Alfian, masyarakat mengharapkan solusi untuk mengatasi kesulitan yang mereka hadapi di berbagai aspek kehidupan. Namun, pasangan petahana gagal memenuhi harapan tersebut, dan program kerja yang diluncurkan tidak mampu membantu.
Situasi ini mendorong masyarakat untuk berpikir secara rasional dan beralih kepada kandidat baru. Kegagalan dan kekalahan petahana juga tidak terlepas dari kurangnya konsolidasi dengan berbagai partai politik yang berpotensi menjadi pengusung pada Pilkada 2024.
"Pada kenyataannya, hanya dua partai politik pemilik kursi di DPRD Kalimantan Timur yang berhasil dikonsolidasikan oleh Isran Noor, yang menunjukkan keterbatasan dalam dukungan politik," ujar Alfian.
Baca juga : Survei: Lahan Cetak Sawah Di Merauke Layak Tanam
Ditambahkan, dari survei GRC juga menunjukkan bahwa beberapa isu krusial mendasari pilihan calon pemilih pada 27 November 2024 yakni isu meliputi kebutuhan pokok dan infrastruktur.
Isu-isu krusial berkaitan ekonomi 78,7 persen terkait harga bahan pokok yang mahal, keadaan ekonomi keluarga yang menurun 70,2 persen, lapangan kerja dan usaha yang minim 70,8 persen.
"Kemudian, infrastruktur persoalan yang harus segera diselesaikan 67,8 persen, ketersediaan pupuk subsidi 73,8 persen, kemudian biaya pendidikan yang mahal 79,6 persen," ujarnya.
Baca juga : Elektabilitas Rudy-Seno Unggul Jauh Tinggalkan Isran-Hadi Di Pilkada Kaltim
Survei ini dilakukan dalam periode 12 hingga 22 September 2024 dengan metodologi yang memenuhi standar penelitian. Pengambilan sampel dilakukan di seluruh wilayah Kalimantan Timur dengan melibatkan 1.480 responden yang memenuhi syarat sebagai pemilih, yaitu individu yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah pada saat survei berlangsung.
Margin of error dalam survei ini adalah +/- 2,55 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Metode yang digunakan dalam penarikan sampel adalah multistage random sampling, dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.