BREAKING NEWS
 

Survei TBRC: Duet Melki Laka Lena-Johni Asadoma Ungguli 2 Paslon Di Pilkada NTT

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Selasa, 8 Oktober 2024 17:44 WIB
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena-Johni Asadoma. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Timur Barat Research Center (TBRC) telah melakukan survei untuk mengukur preferensi politik masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) menjelang Pilkada 2024.

Diketahui, KPU NTT telah resmi menetapkan tiga pasangan calon gubernur yang akan bersaing dalam Pilkada Tahun 2024. Ketiga pasangan calon tersebut adalah Melki Laka Lena dan Johni Asadoma, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu, serta Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto.

Direktur Eksekutif TBRC Johanes Romeo menyatakan, hasil survei menunjukkan, 70,2 persen masyarakat NTT mengetahui akan diadakannya Pilkada pada November. Adapun, terkait popularitas atau keterkenalan ketiga pasangan calon, hasilnya menunjukkan ketiganya cukup dikenal masyarakat.

Namun, tingkat pengenalan publik tertinggi tercatat pada pasangan Melki Laka Lena dan Johni Asadoma, dengan angka mencapai 83,2 persen.

Hal ini didorong oleh popularitas mantan Kapolda NTT, Johni Asadoma, yang mendampingi Melki Laka Lena sebagai Calon Wakil Gubernur.

Baca juga : Survei LSI: Calon Penantang Bisa Kalahkan Petahana Di Pilkada Cilegon

"Kemudian, pasangan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto menempati urutan kedua dengan tingkat popularitas 70,6 persen. Sementara pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu berada di urutan ketiga dengan tingkat popularitas 56,7 persen," papar Johanes Romeo dalam keterangannya, Selasa (8/10/2024).

Dari hasil survei juga terungkap, duet Melki Laka Lena dan Johni Asadoma yang paling disukai masyarakat NTT. Sebanyak 88,7 persen responden menyatakan suka dan percaya bahwa pasangan ini mampu memimpin NTT lebih baik.

Sementara itu, tingkat kesukaan masyarakat terhadap pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu mencapai 57,8 persen. Sedangkan pasangan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto mendapatkan tingkat kesukaan 54,6 persen.

Adsense

Survei ini juga memetakan tingkat kesadaran dan pemilihan publik terhadap para calon melalui beberapa aspek. Pertama, pada aspek Top of Mind atau Spontaneous Awareness, tingkat elektabilitas pasangan Melki Laka Lena dan Johni Asadoma mencapai 34,2 persen.

Sedangkan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto mencapai 27,4 persen, dan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu mencapai 19,6 persen. Responden yang tidak memilih tercatat sebesar 18,8 persen.

Baca juga : Survei LKPI: Elektabilitas Helldy-Alawi Kalahkan 2 Paslon Di Pilkada Cilegon

Pada aspek Aided Awareness, responden diberikan bantuan gambar dan nama ketiga pasangan calon di kartu suara, hasilnya menunjukkan bahwa pasangan Melki Lakalena dan Johni Asadoma mencapai tingkat keterpilihan 40,8 persen.

Pasangan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto memperoleh 33,4 persen. Sedangkan pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu mendapatkan 20,1 persen. Responden yang tidak memilih berjumlah 5,7 persen.

Selain itu, survei ini juga mengukur kemantapan responden dalam pilihan kepala daerah saat survei dibandingkan dengan pilihan di bilik suara. Hasilnya menunjukkan bahwa 67,2 persen responden tidak akan mengubah pilihan mereka.

Sedangkan 27,6 persen menyatakan akan merubah pilihan setelah mengetahui visi dan misi pasangan calon saat kampanye. Kemudian, sebanyak 5,2 persen responden memilih untuk tidak mengungkapkan pilihan mereka.

Dalam survei juga ditemukan sejumlah permasalahan yang menjadi keluhan masyarakat NTT. Sebanyak 75,7 persen responden mengungkapkan bahwa mereka menghadapi isu-isu serius seperti kemiskinan, keterbatasan sarana prasarana dan infrastruktur transportasi, dan risiko kelaparan.

Baca juga : Duet Willem Wandik-Aloysius Giyai Unggul Di Pilkada Papua Tengah

"Selain itu, tingkat kesehatan yang rendah, serta sumber daya manusia yang kurang berkualitas, dan pertumbuhan ekonomi yang lamban. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi kepala daerah NTT yang terpilih di masa mendatang," ujarnya.

Responden survei yang terpilih diambil dari populasi seluruh warga NTT yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada NTT, yang berjumlah 3.988.372 pemilih, dengan syarat telah memiliki hak pilih, yaitu berusia 17 tahun ke atas.

Dalam survei yang dilakukan oleh TBRC, sampel yang diambil sebanyak 1.400 orang dengan menggunakan metode multistage. Survei memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,62 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling. Survei berlangsung dari tanggal 24 September hingga 6 Oktober 2024, di 21 kabupaten dan satu kota di NTT.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense