BREAKING NEWS
 

Survei LSI Denny JA Di 3 Provinsi

Jakarta Sengit, Jatim Dan Jateng Calon KIM Unggul Jauh

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Rabu, 30 Oktober 2024 18:41 WIB
Direktur Lingkaran Survei Kebijakan Publik LSI Denny JA Sunarto Ciptoharjono saat memaparkan hasil survei, Rabu (30/10/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Pilkada serentak 2024 tinggal sebulan lagi. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan survei di tiga provinsi besar yakni Jakarta, Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim).

Hasilnya, pertarungan antara Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus) dan PDI Perjuangan di tiga provinsi ini tak imbang. Calon KIM Plus mendominasi. Hanya di Jakarta, persaingan berlangsung sengit.

"Di Jateng dan Jatim, KIM Plus unggul jauh. Hanya di Jakarta, meski calon KIM Plus unggul, namun calon dari PDI Perjuangan mampu menipiskan jarak. Di Jakarta persaingan ketat dan sengit," kata Direktur Lingkaran Survei Kebijakan Publik LSI Denny JA Sunarto Ciptoharjono saat memaparkan hasil survei, Rabu (30/10/2024).

Dipaparkan, hasil survei teranyar lembaganya, di Pilkada Jateng pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin memimpin dengan elektabilitas 46 persen. Sementara Andika Perkasa-Hendrar Prihadi 28,2 persen. Sebanyak 25 persen responden belum menentukan pilihan.

Sedangkan di Jatim, duet Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak unggul signifikan dengan 65,8 persen. Posisi kedua ditempati pasangan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta dengan 24,5 persen. Sementara Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Hakim hanya memperoleh 1 persen. Sisanya, 8,7 persen belum menentukan pilihan.

Baca juga : LSI Denny JA: Andi Sudirman-Fatma 61,4%, Danny Pomanto-Azhar 12,9%

Nah, pertarungan di Jakarta lebih sengit dan kompetitif. Pasangan KIM Plus, Ridwan Kamil-Suswono, elektabilitasnya 37,4 persen. Hampir berimbang dengan pasangan PDI Perjuangan Pramono Anung-Rano Karno yang meraih 37,1 persen. Sedangkan calon independen, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, meraih 4,0 persen. Sementara 21,5 persen responden belum menentukan pilihan.

Mengapa pasangan yang didukung KIM Plus di Jakarta tak unggul signifikan? Dibeberkan Sunarto, mesin partai KIM Plus kurang efektif. Banyak pemilih PKS, Golkar, PKB, Demokrat, PPP, dan NasDem cenderung memilih pasangan Pramono Anung-Rano Karno. Sebaliknya, PDI Perjuangan lebih solid karena mayoritas kadernya mendukung pasangan ini. Ini menjadi pekerjaan besar bagi Ridwan Kamil-Suswono.

"Ada jarak yang lebar antara keputusan elite partai dan massa partai. Alasan kedua, pasangan Ridwan Kamil-Suswono kurang diterima oleh komunitas Betawi. Rano Karno dengan Si Doelnya lebih menempel di memori pemilih Betawi," papar dia.

Adsense

Ketiga, popularitas Ridwan Kamil sebanding dengan Rano Karno, dengan angka 97 persen bagi keduanya. Artinya, tidak ada keunggulan signifikan dalam hal pengenalan figur.

Sementara itu, keunggulan signifikan pasangan Khofifah-Emil di Jatim disebabkan beberapa faktor. Pertama, tingkat kepuasan terhadap kinerja Khofifah sebagai gubernur inkamben capai 88,1 persen. Kedua, popularitas Khofifah 98 persen, jauh di atas Risma yang berada di angka 73,5 persen. Ketiga, mesin politik KIM Plus lebih solid karena basis pemilih partai mengikuti arahan koalisi.

Baca juga : Survei LSI Denny JA Di Blitar: Rijanto-Beky 55%, Rini Syarifah-Ghoni 27%

Selain itu, pasangan Khofifah-Emil juga mendapat limpahan dukungan dari pemilih PDIP dan PKB. "Ini juga pekerjaan rumah bagi Tri Rismaharini. Pemilih PDI Perjuangan justru lebih banyak memilih Khofifah," ujarnya.

Keempat, dari 14 daerah pemilihan (dapil), Khofifah unggul di 12 dapil, kalah hanya di dapil I (Kota Surabaya) dan dapil II (Sidoarjo). Kelima, posisi Khofifah sebagai Ketua PP Muslimat NU memainkan peran penting dalam mendulang suara Nahdliyin.

Sementara keunggulan Luthfi-Taj Yasin di Jateng karena, pertama, popularitas Luthfi tertinggi mencapai 72 persen dibandingkan popularitas Andika Perkasa yang hanya 58,7 persen. Andika kurang mengakar di wong cilik di desa-desa.

Kedua, mesin politik KIM Plus bekerja efektif. Ketiga, dari 13 dapil di Jateng, Ahmad Luthfi unggul di 11 dapil, kalah hanya di dapil I (Kota Semarang) dan dapil VIII (Magelang, Kota Magelang, dan Boyolali).

Keempat, Ahmad Luthfi diuntungkan oleh pengalamannya memimpin Polda Jateng, yang memperkuat kedekatannya dengan masyarakat setempat. Kelima, mayoritas pemilih Prabowo-Gibran cenderung memilih pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin.

Baca juga : Jagoan KIM Di Atas 50 Persen

"Dengan satu bulan tersisa sebelum Pilkada, peta politik di ketiga wilayah ini tetap dinamis, dan setiap strategi baru dari kedua koalisi dapat mempengaruhi hasil akhir," pungkasnya.

Diketahui, survei digelar tanggal 16-22 Oktober 2024 di tiga provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Survei ini menggunakan metode multi stage random sampling, melibatkan wawancara tatap muka dengan 800 responden di masing-masing provinsi dan memiliki margin of error sekitar plus-minus 3,5 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense