Dark/Light Mode

Survei Di Jabar, Jatim Dan Jateng

Jagoan KIM Di Atas 50 Persen

Senin, 30 September 2024 08:00 WIB
Pasangan Cagub dan Cawagub Jabar Dedi Mulyadi (kanan) dan Erwan Setiawan (kiri) menunjukkan nomor urut empat saat rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat di Kantor KPU Jabar, Bandung, Jawa Barat, Senin (23/9/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww)
Pasangan Cagub dan Cawagub Jabar Dedi Mulyadi (kanan) dan Erwan Setiawan (kiri) menunjukkan nomor urut empat saat rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat di Kantor KPU Jabar, Bandung, Jawa Barat, Senin (23/9/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil survei Pilkada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, menunjukkan elektabilitas jagoan yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) masih di atas angin. Elektabilitas jagoan KIM di tiga provinsi dengan penduduk terbanyak itu, melesat di atas 50 persen.

Di Jawa Barat, KIM mengusung pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan. Dua lembaga survei menunjukkan hasil yang hampir serupa terkait elektabilitas mereka.

Indikator Politik Indonesia menempatkan pasangan Dedi-Erwan dengan elektabilitas tinggi, mencapai 77,81 persen. Sementara itu, pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie yang diusung PKS NasDem memperoleh 10,98 persen dukungan. Dua pasangan lainnya, Acep-Gitalis dan Jeje-Ronald, masing-masing mendapatkan 2,24 persen, dengan hasil sedikit lebih tinggi untuk Acep- Gitalis.

Baca juga : Bonnie Triyana: Tokoh Bangsa Tapi Bukan Pahlawan...

Jajak pendapat itu, dilakukan pada periode 2-8 September 2024. Survei melibatkan basis 1.200 orang dari seluruh provinsi Jawa Barat.

Lembaga Poltracking Indonesia menunjukkan hasil survei yang sama. Pasangan Dedi-Erwan unggul signifikan dibandingkan pasangan lainnya. Dedi-Erwan meraih 65,9 persen suara, jauh di atas Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie yang mendapat 11,8 persen. Setelah itu, Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina dengan 5,2 persen, dan Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja hanya memperoleh 2,9 persen suara.

Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda mengatakan, Dedi-Erwan unggul di wilayah aglomerasi-kultural Jabar Megapolitan. Wilayah ini mencakup Bogor, Bekasi dan Depok, dengan sebaran pemilih tertinggi di Jabar sebanyak 28,3 persen.

Baca juga : Mohamad Idris Laena: Hampir Semua Kriteria Terpenuhi

Jubir PKS, Ahmad Mabruri mengatakan, pasangan Syaikhu-Ilham tidak terpengaruh hasil survei. Ia menyinggung elektabilitas Ahmad Heryawan saat berkontestasi di Pilkada Jabar yang selalu ditempatkan di survei nomor paling buncit. “Namun, ketika hasil pilkadanya selalu menang di urutan pertama,” ujar Mabruri.

Keunggulan Dedi Mulyadi ini juga didukung oleh migrasi pemilih dari Pilkada 2018. Mayoritas pemilih dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi kini cenderung mendukung Dedi Mulyadi kembali. Sedangkan pemilih pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu lebih condong kepada pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie.

Di Jawa Tengah, jagoan KIM yaitu Ahmad Luthfi-Tak Yasin, juga unggul telak. Menurut Poltracking Indonesia, pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin unggul dari Andika Perkasa-Hendrar Prihadi alias Hendi.

Baca juga : Deforestasi Dan Karhutla Turun, Pengelolaan Sampah Meningkat

Pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin memperoleh elektabilitas tingkat keterpilihan 52,2 persen. Sedangkan pasangan Andika-Hendi mendapat 31,4 persen. Survei tatap muka ini dilakukan terhadap 1.200 responden di Jateng pada 8-17 September.

Hanya Yuda mengatakan, meski rentang elektabilitas keduanya cukup jauh, pergerakan elektabilitas kedua Paslon masih dinamis. Pasalnya, 9,1 persen pemilih menyatakan belum menentukan pilihannya. Karena masih ada waktu dua bulan lagi sebelum pencoblosan, maka ada kemungkinan pergeseran pemilih setelah melihat program dan debat terbuka.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.