Dark/Light Mode

Survei LSI Denny JA Di Blitar: Rijanto-Beky 55%, Rini Syarifah-Ghoni 27%

Jumat, 18 Oktober 2024 18:33 WIB
LSI Denny JA.
LSI Denny JA.

RM.id  Rakyat Merdeka - LSI Denny JA menggelar survei terkait Pilkada Blitar 2024. Hasilnya, pasangan nomor urut 1 Rijanto-Beky Herdihansah unggul dengan elektabilitas 55 persen. Sementara pesaingnya, pasangan nomor urut 2 Rini Syarifah-Abdul Ghoni, hanya meraih 27 persen.

Peneliti LSI Denny JA Fadhli Fakhri mengatakan, dari hasil survei dengan simulasi surat suara diketahui pasangan Rijanto-Beky unggul dengan 55 persen, lalu Rini-Abdul Ghoni 27 persen. "Sedang suara yang tidak sah sebesar 0,5 persen dan belum memutuskan/ merahasiakan pilihannya sebesar 17,5 persen," kata Fadhli, dalam keterangan tertulis, Jumat (18/10/2024). 

Fadhli menjelaskan, dari hasil tersebut pasangan incumbent Rini Syarifah-Abdul Ghoni memiliki selisih 28% dari Rijanto-Beky Herdihansah. Praktis posisinya tidak aman, apalagi sisa waktu kurang sebulan lagi. Menurut Fadhli, untuk bisa mengejar ketertinggalannya inilah mereka butuh upaya yang ekstra keras. "Rini Syarifah sebagai bupati incumbent tidak mampu mengkapitalisasi satu periode kepemimpinannya sebagai modal dasar elektabilitasnya," kata Fadhli. 

Fadhli menambahkan, kuatnya elektabilitas pasangan Rijanto-Beky tidak terlepas dari tingkat kesukaan terhadap pasangan yang cukup tinggi di angka 78,9 persen dibanding pasangan incumbent yang hanya di angka 67,7 persen. Bahkan kesukaan secara personal masing-masing calon Rijanto paling tinggi di angka 84,8 persen, Beky Herdihansah 81,4, Rini Syarifah 70,5 persen, dan Abdul Ghoni 63,4 persen.

Padahal secara popularitas (pengenalan) Rini Syarifah sudah di angka 92,5 persen, jauh lebih unggul dibanding yang lainnya, Rijanto 80,7 persen, Beky Herdihansah, 78,4 persen dan Abdul Ghoni 33, persen.

Baca juga : Kunjungi Blitar, Kaesang Kampanyekan Rini Syarifah Dan Abdul Ghoni

Fadhli menerangkan, salah satu yang juga menjadi pendorong tingginya elektabilitas Rijanto-Beky Herdihansah adalah adanya endorsement dari tokoh agama, terutama dukungan dari Gus Iqdam. Bahkan Gus Iqdam sendiri memilika popularitas di angka 95,9 persen, melebihi capaian dari semua calon yang ada. 

Terlebih daya pengaruh Gus Iqdam terhadap pilihan masyarakat juga cukup tinggi di angka 43,4 persen. Artinya, ketika Gus Iqdam memperlihatkan dengan jelas arah dukungannya ke siapa, maka itu akan berpotensi untuk mempengaruhi pilihan sekitar 43,4 persen pemilih.

Imam Fauzi Surahmat, Koordinator LSI Denny JA Wilayah Jatim mengatakan, kuatnya arus perubahan yang tercemin dari 40,7 persen masyarakat Kabupten Blitar yang tidak menginginkan kembali incumbent memimpin Blitar adalah salah satu penopang kuatnya arus dukungan terhadap pasangan Rijanto-Beky. "Pasangan ini dianggap lebih akan mampu dan cakap untuk memimpin Blitar dalam 5 tahun ke depan," ujarnya.

Kondisi rendahnya elektabilitas Rini Syarifah sebagai incumbent juga turut didasari oleh tingkat kepuasaan terhadap kinerja Rini Syarifah sebagai bupati sebelumnya di angka yang rendah, yaitu 57,7 persen, tingkat keberhasilan kinerja di angka 57,1 persen.  

"Angka kepuasan dan keberhasilan petahana setidaknya harus melebihi angka 75-80 persen untuk bisa kembali terpilih di gelaran pilkada. Namun, angka kepuasan dan keberhasilan terhadap incumbent yang rendah ini yang hanya ada di 57,1 persen menjadi penyebab tingkat menginginkan kembali incumbent menjadi sangat rendah, hanya di angka 35,7 persen dibanding yang tidak menginginkan kembali Rini Syarifah untuk kembali memimpin Blitar jusru lebih tinggi di angka 40,7 persen," jelasnya. 

Baca juga : Denny JA Diskusi 4 Mata Dengan Jokowi, Ini Yang Dibahas

Hal yang juga cukup menarik dari temuan survei ini, bahwa antara pilihan partai politik tidak serta merta selaras dengan pilihan Pasangan Calon Bupati-Wakil bupatinya. Ini memang didasari bahwa masyarakat lebih melihat sosok personal atau ketokohan dari calon ketimbang siapa partai pengusung dari partai tersebut. 

"Mayoritas masyarakat (83,2%) memilih calon bupati/wakil bupati terlepas diusung atau tidak dari partai yang disukai. Atau bisa jadi ini merupakan indikasi bahwa konsolidasi partai ke akar rumput belum maksimal," jelas Fadli, peneliti LSI Denny JA.

Selain itu hal yang sangat menarik dari temuan survei LSI ini adalah dukungan konstituen partai politik yang justru secara mayoritas lebih mendukung pasangan Rijanto-Beky. Itu menandakan bahwa dominasi partai pangusung di pasangan Rini-Abdul Ghoni hanyalah dukungan formalitas di atas kertas, tapi tidak mampu sampai pada akar rumput mereka.

"Ini berbanding terbalik dengan liniernya dukungan partai pengusung Rijanto-Beky yang selaras dengan arus bawah pemilihannya. Yakni PAN di 75 persen Nasdem di 76 persen dan PDIP di 56 pereen tentu ini adalah bukti bahwa figur Rijanto-Beky dipilih selain karena ketokohannya juga karena berjalannya skema dukungan dari partai politik pengusungnya,” terang Fadli.

Sementara dari data yang dihimpun memperlihatkan bahwa banyak masyarakat yang pilihan partainya tidak selaras dengan dukungan partai ke pasangan calon bupati dan wakil bupatinya.

Baca juga : Elektabilitas Sendi Fardiansyah Meroket, Dedie Rachim Stagnan Di Pilwakot Bogor

Semisal PKB 52 persen pemilihnya justru menjadi pemilih Rijanto-Beky, Gerindra 59,6 persen dan dukungan pemilih Golkar kepada pasangan Rijanto-Beky malah sangat tinggi di angka 66,7 persen padahal seperti diketahui Golkar merupakan partai pengusung utama pasangan Rini Syarifah-Abdul Ghoni. Tetapi pemilih dari partai tersebut pilihannya ke pasangan Rijanto-Beky.

"Pasangan Rini Syarifah-Abdul Ghoni sebagai incumbent denga modal pemilih militannya yang hanya di angka 20 persen nampaknya akan sulit untuk mengejar ketertinggalan bahkan mungkin akan semakin lebar jarak elektabilitasnya," pungkas Imam Fauzi. 

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan survei pada 7-12 Oktober 2024 dengan menggunakan metodologi multi stage random sampling melalui wawancara tatap muka kepada 440 responden dengan margin of error kurang lebih 4,8 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.