Sebelumnya
Debat Perdana Pilgub Jateng
Untuk pertama kalinya, dua Paslon Cagub-cawagub Jateng menjalani debat pada perdana. Acara debat digelar di Marina Convention Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/10/2024) malam. Tema debat adalah "Tata Kelola Pemerintahan: Kepemimpinan dan Reformasi Birokrasi Menuju Jawa Tengah dengan Pelayanan Publik yang Transparan dan Akuntabel".
Paslon nomor 1 Andika Perkasa-Hendardi tampil dengan seragam berbeda. Andika memakai kemeja army warna hijau, sedangkan Hendardi kemeja merah khas PDIP. Sedangkan Paslon nomor 2 Ahmad Luthfi-Taj Yasin kompak mengenakan kemeja warna biru tua.
Baca juga : Perkuat Fundamental Kinerja, BRI Cetak Laba Rp45,36 Triliun
Selama debat berlangsung, nyaris tak ada saling serang antar masing-masing Paslon. Mulai dari sesi pertanyaan panelis, hingga sesi tanya ajab antar Paslon, baik Andika-Hendi maupun Luthfi-Yasin lebih banyak saling memuji dan memaparkan program masing-masing.
Dalam paparannya, Andika menyoroti soal indeks demokrasi dan kepercayaan publik di Jateng yang menurun. Mantan Panglima TNI ini berjanji, jika diberi mandat jadi orang nomor satu di Jateng, bakal memperbaiki sektor tersebut.
Sementara Luthfi menyampaikan berbagai program untuk membawa Jateng menghadapi Indonesia Emas 2045. Beberapa kali, eks Kapolda Jateng ini menyinggung kepemimpinan Presiden RI ke-7 yang dianggapnya ngopeni atau menjaga rakyat.
Baca juga : Prestasi Kepolisian Kita Diakui Negeri Tetangga
"Ngopeni seperti yang dilakukan Pak Jokowi. Ngelakoni itu bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat, di tengah-tengah masyarakat sebagaimana Pak Prabowo,” ujarnya.
Debat agak menarik ketika memasuki sesi antar cawagub. Saat itu, moderator membacakan pertanyaan panelis soal cara mencegah pungli di birokrasi. Jawaban Gus Yasin lebih kepada kepemimpinan yang menjadi tauladan bagi anak buahnya.
Menanggapi jawaban Gus Yasin, Hendardi lantas menyindir soal tunjangan atau tambahan penghasilan pegawai (TPP). Kata dia, sebelum jadi Wali Kota Semarang, banyak ASN yang ingin pindah ke Pemprov. Namun, kondisi ini berbalik ketika Hendardi menjadi Wali Kota Semarang. Karena TPP Kota Semarang lebih besar dari Pemprov Jateng.
Baca juga : Surya Paloh Tolak Jabatan Wantimpres
"Ngomong jangan pungli, jangan korupsi, tapi dia mau bekerja sehari-hari saja dia harus ngutang sama tetangganya. Monggo, Gus, kira-kira pandangannya gimana, ayo," kata Hendi.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 31 Oktober 2024 dengan judul Survei Pilgub, RK-Pram Masih Ketat, Khofifah Ungguli Risma, Luthfi Kalahkan Andika
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.