RM.id Rakyat Merdeka - Dalam pidato perdananya sebagai Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin berjanji akan mengubah wajah Abdya dalam 5 tahun ke depan.
Ia mengaku prihatin melihat jalan, tata kota, taman dan infrastruktur lainnya di Abdya yang tidak banyak berubah, setelah lebih dari dua dekade dimekarkan menjadi kabupaten.
Politisi Partai Gerindra ini mencontohkan Simpang Ceurana, salah satu ikon Abdya yang dinilainya selama bertahun-tahun kurang mendapat sentuhan dari pemerintah.
“Dalam 5 tahun ini izinkan saya mengubah wajah infrastruktur jalan, taman dan pembangunan yang ada di Abdya,” kata Safar, disambut tepuk tangan hadirin yang memenuhi Gedung DPRK Abdya, Minggu (16/2) malam WIB.
Baca juga : Berkat Bantuan Bupati Poso, Hillary Temukan Korban Hilang Asal Manado
Kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem yang juga hadir dalam pelantikan tersebut, Safar langsung “tembak pos”. Ia meminta pemerintah provinsi ikut membantu Abdya membangun pelabuhan yang representatif, untuk meningkatkan roda perekonomian.
Sebab, selama ini pertumbuhan ekonomi di Abdya masih sangat rendah, di bawah rata-rata nasional. Bahkan, angka kemiskinan di kabupaten berjuluk "Breuh Sigupai" itu lebih tinggi dari rata-rata angka kemiskinan tingkat provinsi.
“Untuk 2026 tambah satu pelabuhan, 2027 satu pelabuhan lagi,” harapnya.
Menjawab permintaan Safar, Mualem menegaskan bahwa hubungannya dengan Bupati Abdya sangat dekat. Ia mengaku akan mendukung program-program yang diusung politisi Gerindra tersebut.
Baca juga : Diangkat Sebagai Adjunct Profesor Universitas Griffith Australia
“Loen ngoen Safar hana hijab (saya dengan Safar tidak ada batas),” ucap Mualem.
Mantan Wakil Ketua DPR Aceh ini juga mengaku akan membuka pintu selebar-lebarnya kepada semua perusahaan ritel yang ingin membuka swalayan atau minimarket, tanpa dibatasi hanya untuk kalangan tertentu.
“Tapi syaratnya, 30 persen harus ada produk UMKM kita yang dijual di swalayan,” tegas Safar.
Di akhir pidatonya, Safar juga mengingatkan para relawan pendukungnya, bahwa kontestasi politik yang sempat memanas ketika Pilkada sudah usai. “Saatnya kita merangkul,” ajaknya.
Baca juga : Pram Mulai Latihan Ngantor di Balai Kota
Ketika hendak melanjutkan pidatonya, sontak para relawan bersorak, mengulang kata-kata salah satu juru kampanye lawan politik Safar ketika Pilkada, yang meminta pendukung yang menang dan kalah tidak boleh bercampur.
“Han jeut meujampu! (tidak boleh bercampur),” seru para relawan serempak, hingga membuat Safar terdiam dan tersenyum.
“Kita tidak ada politik balas dendam, tapi lupa jangan,” ucap Safar, disambut gemuruh tawa dan tepuk tangan hadirin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.