BREAKING NEWS
 

Catatan Jihan Fahira

Pancasila Harus Sentuh Realitas Anak Muda

Reporter & Editor :
ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Selasa, 5 Agustus 2025 06:47 WIB
Jihan Fahira. (Foto: RIE)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pancasila bukan sekadar simbol atau dokumen sejarah. Ia adalah roh kebangsaan yang harus terus hidup, dan tumbuh dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai ideologi bangsa, Pancasila adalah fondasi yang tidak boleh dilupakan, jika kita benar-benar ingin mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Sebagai artis, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, sekaligus seorang ibu dan warga bangsa, saya percaya bahwa Pancasila, bersama dengan UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai empat pilar kebangsaan, harus ditanamkan sejak dini dalam benak generasi muda.

Mereka adalah pemegang tongkat estafet masa depan bangsa ini. Namun, membentuk generasi unggul bukan hanya soal membekali mereka dengan kecanggihan teknologi atau penguasaan bahasa asing. Kita juga harus menumbuhkan adab, etika, moral, tata krama, dan kejujuran, dari nilai-nilai luhur yang bersumber dari Pancasila itu sendiri.

Baca juga : Jaga Nyala Pancasila Dari Gempuran Digital

Kita semua tahu, tantangan kebangsaan hari ini jauh lebih kompleks. Arus globalisasi, derasnya informasi media sosial, hingga pergeseran nilai sosial membuat generasi muda semakin rentan kehilangan jati diri. 

Adsense

Di sinilah peran negara menjadi sangat penting. Khususnya bagi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk hadir lebih kuat, lebih dekat, dan lebih menyentuh ke akar rumput dalam menanamkan nilai-nilai ideologis.

Saya berharap, BPIP dapat memperluas pendekatan sosialisasi ideologi Pancasila dengan metode yang lebih inklusif, kreatif, dan menyentuh realitas generasi saat ini. 

Baca juga : Semoga BPIP Bisa Mempercepat Harapan Rakyat

Jangan hanya berhenti pada seminar dan slogan, tapi bergerak hingga menyatu dalam budaya populer, kurikulum pendidikan, serta konten digital yang digandrungi anak muda. Pancasila harus dirasakan sebagai nilai hidup, bukan sekadar hafalan.

Perlu kita sadari, Indonesia Emas 2045 bukan hanya target angka atau capaian ekonomi. Ia adalah momen ketika Indonesia menjadi bangsa yang maju secara peradaban, kuat secara karakter, dan kokoh dalam persatuan. Semua itu hanya bisa terwujud jika kita menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, bukan hanya simbol.

Kini saatnya seluruh elemen bangsa, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga lembaga negara, bersinergi menumbuhkan dan menghidupkan kembali Pancasila dalam keseharian. Ini bukan hanya tugas BPIP, tapi tanggung jawab kita bersama. Jika nilai-nilai Pancasila benar-benar tumbuh di hati setiap anak bangsa, maka Indonesia Emas bukan sekadar impian, tapi keniscayaan yang bisa kita raih bersama.

Baca juga : Kepala BPIP Tawarkan Beasiswa Kepada Anak Nelayan Ciwaru

*Penulis adalah artis dan Anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense