BREAKING NEWS
 

Dukung Keberlanjutan, Mawatu Hadirkan Transformasi Arsitektur Di Labuan Bajo

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Kamis, 11 Desember 2025 20:14 WIB
Landskap artistektur di destinasi Labuan Bajo. (Foto: Dok. Vasanta Group)

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi Labuan Bajo menuju destinasi kelas dunia tidak hanya dibentuk oleh kunjungan wisata dan fasilitas modern, tetapi juga oleh desain ruang yang mampu menyatukan manusia, budaya, dan lingkungan.

Desain kawasan ini memadukan struktur modern, detail budaya Flores, serta prinsip keberlanjutan untuk menciptakan lingkungan yang hidup sekaligus bernilai investasi jangka panjang.

Desain kawasan yang mendorong aktivitas dan nilai investasi setiap sudut Mawatu dirancang untuk menghadirkan aktivitas yang berkesinambungan.

Jalur pedestrian yang ramah pejalan kaki menghubungkan area pantai, amphitheater, dan zona komersial.

Baca juga : Dorong Keberlanjutan, BRI Gelar Aksi Tanam Pohon & Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Tata ruang yang fleksibel juga memungkinkan aliran pengunjung tetap aktif sepanjang hari.

Penggunaan material alami, orientasi bangunan terhadap cahaya dan angin, serta pilihan elemen arsitektur berkelanjutan memperkuat efisiensi kawasan dan meningkatkan nilai aset dalam jangka panjang.

Adsense

“Desain adalah investasi. Setiap keputusan arsitektural di Mawatu diarahkan untuk membentuk pengalaman ruang yang berkualitas sekaligus menciptakan pertumbuhan nilai kawasan,” ujar Direktur Mawatu Heryanto Kurniawan dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).

Heryanto menambahkan, pendekatan berbasis komunitas menjadi karakter utama Mawatu.

Baca juga : Jasa Raharja Perkuat Ketahanan Risiko Lewat Transformasi Human Capital

Amphitheater terbuka difungsikan sebagai ruang serbaguna yang menampung berbagai program publik, mulai dari Sinema Rakyat yang merupakan kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan BPOLBF hingga kelas yoga yang digelar komunitas lokal.

Lebih lanjut Heryanto mengatakan, kawasan street bar juga dihidupkan oleh pelaku UMKM melalui kegiatan kuliner, seni, dan kerajinan. Ruang-ruang ini dibangun bukan hanya untuk estetika, tetapi untuk menggerakkan interaksi, membangun jejaring, dan memperkuat ekosistem kreatif lokal.

Identitas Mawatu dipertegas melalui sentuhan budaya lokal yang terintegrasi dengan desain modern. “Tenun road”, yaitu motif tenun ikat Flores yang diaplikasikan pada jalur pedestrian, menjadi elemen visual khas kawasan.

Kontur bangunan mengikuti perbukitan alami, sementara penggunaan material dengan kesan organik membantu kawasan menyatu dengan lanskap Labuan Bajo.

Baca juga : Bareng Kementan, SNJ Gerak Cepat Bantu Korban Bencana Di Sumatera

Pendekatan ini tidak hanya memperkuat karakter visual, tetapi juga menetapkan standar baru untuk pembangunan berkelanjutan di destinasi wisata premium.

“Mawatu dibangun sebagai ruang yang tumbuh bersama masyarakat. Kawasan ini menghidupkan budaya, membuka peluang usaha, dan menghadirkan nilai investasi yang terus berkembang,” pungkas Heryanto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense