Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jasa Raharja Perkuat Ketahanan Risiko Lewat Transformasi Human Capital
Jumat, 5 Desember 2025 21:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan risiko organisasi dengan berpartisipasi dalam ERMA International Conference on Enterprise Risk Management (ERM) yang berlangsung pada 4-5 Desember 2025 di Bali.
Konferensi internasional bertema “Risk Odyssey: Engineering Momentum, Building a Resilient Risk DNA” ini mempertemukan para pemimpin industri, regulator, akademisi, dan profesional manajemen risiko untuk membahas strategi memperkuat daya tahan organisasi menghadapi dinamika global.
Dalam forum tersebut, Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo, hadir sebagai pembicara dalam Panel Diskusi Sesi 6 dengan materi berjudul “Resilience Capital: Risk, Governance, and Innovation in a Changing World”.
Baca juga : Puan Maharani Ajak Media Kawal Transformasi DPR Lewat Pemberitaan Berimbang
Rubi memaparkan bagaimana Jasa Raharja membangun resilience capital melalui penguatan pengendalian risiko, tata kelola yang adaptif, serta pengembangan sumber daya manusia sebagai pondasi utama perusahaan.
Rubi menegaskan bahwa mandat negara yang diemban Jasa Raharja menuntut kesiapan menghadapi tantangan risiko yang semakin kompleks, mulai dari perubahan regulasi, percepatan teknologi, hingga meningkatnya tantangan keselamatan transportasi nasional.
"Sebagai perusahaan yang mengemban amanah negara, Jasa Raharja dituntut memiliki ketahanan risiko yang lebih kuat dan terukur. Risk management harus menjadi DNA organisasi agar kami dapat merespons perubahan dengan cepat dan menjaga keberlanjutan layanan bagi masyarakat,” kata Rubi, dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).
Baca juga : BPJPH Raih Brand Populer 2025, Transformasi Layanan Halal Diapresiasi Publik
Dalam pemaparannya, Rubi menjelaskan Jasa Raharja menerapkan enam pilar penguatan kontrol risiko yang saat ini menjadi fokus strategis perusahaan. Meliputi manajemen risiko yang berorientasi pada pelanggan, penguatan infrastruktur dan keamanan, peningkatan kontrol proses keuangan, penerapan strategi investasi yang bijaksana, penguatan kepatuhan terhadap regulasi, dan pengembangan operasional yang berkelanjutan
Rubi menekankan strategi ini bertujuan memastikan seluruh aspek operasional, termasuk layanan publik dan manajemen risiko finansial, berjalan secara hati-hati dan presisi. Ia menambahkan manusia adalah modal utama dalam membangun ketahanan organisasi.
Oleh karena itu, Jasa Raharja menjalankan berbagai program pengembangan SDM berorientasi risiko, mulai dari pembentukan insan yang tangguh menghadapi ketidakpastian, penanaman pola pikir risiko sejak masa orientasi, hingga program reskilling, upskilling, dan penguatan kemampuan analitik.
Baca juga : 131 Perusahaan Ikuti Transformasi Industri
"Ketahanan risiko dibentuk oleh orang-orang yang menjalankannya. Budaya kerja yang kuat, pemikiran risiko yang matang, dan kompetensi yang relevan adalah kunci agar organisasi mampu bertahan dan tumbuh di tengah ketidakpastian. Jasa Raharja berkinerja melampaui mandatnya dengan tetap selaras dengan prinsip-prinsip GRC,” tambahnya.
Rubi juga menyoroti sejumlah pencapaian Jasa Raharja dalam memperkuat manajemen risiko. Di antaranya Risk Maturity Index pada level 4,2 (Fase Praktik yang Lebih Baik) dan rating idAAA yang mencerminkan tata kelola dan ketahanan operasional yang sangat kuat. Selain itu, Jasa Raharja memperoleh Public Initiatives Award pada ASEAN Risk Award (ARA) 2025 sebagai bentuk pengakuan regional atas komitmen perusahaan dalam manajemen risiko.
Partisipasi Jasa Raharja dalam konferensi ini menjadi momentum untuk berbagi praktik terbaik, memperluas kolaborasi, serta memperkaya perspektif bersama mengenai tata kelola risiko sektor publik di tingkat regional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya