BREAKING NEWS
 

Puasa & Upaya Kurangi Sampah

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Jumat, 7 Maret 2025 04:02 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Sampah menjadi masalah besar di kota-kota besar maupun di daerah. Produksinya terus meningkat. Di Jakarta contohnya, produksi sampah sudah mencapai 8.000 ton per hari. Produksi di daerah penyangga juga sama tingginya. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pun sudah berubah menjadi gunung, karena tumpukan sampah yang begitu banyak.

Sampah juga berkontribusi menjadi penyebab musibah banjir besar yang terjadi di Jabodetabek, awal pekan ini. Tumpukan-tumpukan sampah menghambat aliran air. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengakut sampah di Saringan Sampah TB Simatupang sebanyak 2.000 ton.

Sebenarnya, upaya mengurangi sampah sudah banyak dilakukan. Salah satunya, larangan penggunaan kantong plastik alias kantong kresek untuk belanjaan di minimarket dan supermarket yang ada di Jabotabek. Ini merupakan langkah yang baik dan perlu didukung semua pihak. Langkah ini juga harus ditingkatkan, dengan mengurangi penggunaan plastik sebagai kemasan setiap produk.

Baca juga : Kecanduan Impor

 Selama ini, tumpakan sampah plastik telah menyebabkan masalah lingkungan yang parah, termasuk di dalamnya kantong kresek. Hasil studi yang dilakukan Travis P Wagner (2017) memperkirakan, masyarakat dunia membuang 5 triliun sampah kantong kresek setiap tahunnya. Di Indonesia, berdasarkan data Making Oceans Plastic Free (2017), rata-rata ada 182,7 miliar kantong kresek digunakan setiap tahunnya.

Ramadan ini bisa kita jadikan momentum untuk menguatkan upaya mengurangi sampah. Ramadan mengajarkan kita untuk mengendalikan diri. Maka, sudah sepatutnya kita juga mengendalikan produksi sampah. Agar masalah-masalah buruk akibat sampah bisa segera diatasi.

Adsense

Puasa memproduksi sampah tentu sangat membantu. Dengan langkah masif dan konsisten, langkah ini diharapkan bisa mengurangi volume sampah yang sudah sangat menumpuk dan mencemari lingkungan.

Baca juga : Puasa Menggunjing Di Media Sosial

Gerakan puasa sampah ini diharapkan bisa lebih luas lagi. Sebab, jika pelarangan penggunaan kantong kresek hanya di supermarket dan minimarket, dampaknya masih sangat kecil. Gerakan puasa ini harus diperluas ke pasar-pasar dan warung-warung. Sebab, penggunaan kantong kresek di sana masih sangat besar.

Gerakan puasa produksi sampai juga harus dimasifkan sampai ke daerah-daerah. Jangan hanya di Jakarta dan kota-kota besar saja. Sampai saat ini, di daerah-daerah, minimarket masih menyediakan kantong kresek.

Kalau ini sukses, kita bisa melangkah pada gerakan lain dalam mengurangi sampah plastik. Selama ini, mayoritas kemasan produk, mulai dari makanan, minuman, elektronik, sampah kendaraan, masih menggunakan plastik. Jumlahnya bahkan lebih besar dibanding penggunaan kresek.

Baca juga : Jurus Capai Mandiri Energi

Ke depan, kemasan-kemasan ini harus diganti dengan bahan yang ramah lingkungan, yang gampang terurai, yang tidak menyebabkan penumpukan sampah. Memang, hal ini tidak mudah. Sebab, sampai saat ini, belum ada bahan yang sebaik plastik untuk dijadikan kemasan. Kalaupun ada, harganya belum ekonomis.

Namun, kita tidak boleh menyerah. Untuk lingkungan yang sehat, gerakan pengurangan penggunaan plastik harus terus digencarkan. Sudah saatnya kita puasa mencemari lingkungan, demi menjaga kehidupan masa dengan yang lebih baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense