RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo meminta nasihat kritis kepada Ray Dalio. Pengusaha sukses dan investor ternama asal New York, AS, tersebut memberikan nasihatnya.
Kalau Indonesia ingin menjadi negeri maju, dua diantara nasihatnya: hilangkan hambatan birokrasi dan korupsi (Rakyat Merdeka, Senin, 10/3/25).
Peristiwa tersebut berlangsung Jumat (7/3/2025) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Ray Dalio yang mengenakan batik dan duduk di sebelah kanan Presiden, memberikan banyak masukan.
Di sekelilingnya duduk hampir semua konglomerat papan atas Indonesia yang tak kalah hebatnya. Juga ada beberapa orang menteri.
Baca juga : MA Rilis Buku Panduan Penyelesaian Sengketa Hak Cipta
Dalio, 75, orang terkaya 163 dunia versi Forbes, memuji potensi Indonesia. Dia juga melihat, dalam diri Presiden Prabowo ada potensi besar seperti saat Deng Xiaoping mulai membangkitkan China atau Lee Kwan Yew membawa Singapura terbang tinggi.
Dalio melihat, ke depannya, Indonesia punya potensi untuk lepas landas atau melompat berkali-kali Namun, ada hambatannya, itu tadi: korupsi dan birokrasi.
Dalio tidak memberikan saran bagaimana memberantas korupsi dan mengikis hambatan birokrasi. Saran tersebut sebenarnya sudah lama dimiliki Indonesia. Kajian dan risetnya, sudah bertumpuk-tumpuk. Sangat banyak.
Dalio antara lain “hanya” memberi contoh Singapura dan China, dua negara yang tingkat kemajuan ekonominya sangat luar biasa.
Baca juga : Stok Dan Sisa Makanan
Kita tahu, dalam melawan korupsi, China antara lain telah menghukum mati ratusan pejabat tinggi. Ada yang menerima suap Rp 10 miliar seperti Wakil Walikota Suzhou, Jiang Renjie.
Terakhir, pada 17 Desember 2024, Sekretaris Partai Komunis Cina, Li Jianping yang harus menerima hukuman mati. Pejabat tinggi Partai ini di dak wa korupsi sekitar Rp 6,6 triliun.
Singapura juga demikian. Sangat ketat dalam pemberantasan korupsi dan disiplin berbirokrasi. Selama bertahun-tahun, Singapura masuk dalam daftar negara yang paling tidak korup di dunia. Terakhir, 2024 lalu, Singapura ada di urutan ketiga negara paling bersih dari korupsi.
Karena itu, tak heran, ketika Mantan Menteri Perhubungan Subramaniam Iswaran ditangkap KPK Singapura dan diadili terkait kasus korupsi, September 2024 lalu, kasusnya disebut sebagai “peristiwa langka”.
Baca juga : Rampok Bank Pake Pistol Air
Kenapa langka? Karena, pejabat sekelas menteri yang terakhir didakwa korupsi, terjadi pada November 1986. Sudah lama sekali.
Subramaniam antara lain didakwa menerima hadiah dari seorang pengusaha sebesar Rp 4,5 miliar. Dia juga didakwa menerima hadiah tiket acara olahraga, sepeda Brompton dan stik golf.
Bagaimana dengan Indonesia? Kita tunggu eksekusi dan hasilnya. Karena ilmu memberantas korupsi dan menyehatkan birokrasi sudah sangat banyak. Sepertinya, salah satunya (korupsi) sudah mulai digeber.
Kalau dua “penyakit” itu bisa diatasi, siapa tahu Indonesia bisa segera melampaui China dan Singapura. Dan, Dalio kemudian bisa memberi saran kepada negara lain: contohlah Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.