RM.id Rakyat Merdeka - Ancaman membanjirnya produk impor ke pasar dalam negeri semakin benar. Pemerintah, DPR, pengusaha, dan juga masyarakat sebagai konsumen harus waspada terhadap hal ini. Jika tidak diantisipasi dengan baik, industri dalam negeri akan semakin kocar-kacir. Hal ini bisa mengakibatkan semakin banyak perusahaan yang gulung tikar, pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi buruh, dan melemahnya ekonomi masyarakat.
Saat ini, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memang telah menangguhkan pemberlakukan tarif impor baru selama 90 hari ke depan, termasuk bagi Indonesia. Barang-barang Indonesia yang masuk ke AS, yang awalnya akan diberlakukan tarif hingga 32 persen, kini kembali ke tarif awal yaitu 10 persen.
Namun, penangguhan ini tidak berlaku bagi China. Trump tetap menetapkan tarif resiprokal tinggi untuk produk-produk negeri panda itu, bahkan mencapai 125 persen. Alasan Trump, China kurang memiliki rasa hormat pada pasar dunia.
Baca juga : Meniru Semangat Garuda Muda
Hal inilah yang harus diwaspadai oleh pasar kita. Dengan tarif ke AS yang begitu tinggi, China akan mengalihkan ekspor produk-produknya ke negara lain. Strategi tersebut sudah terlihat, dengan membanjirnya produk China di Eropa, begitu tarif impor AS diberlakukan.
Di Indonesia, selama ini barang-barang impor, utamanya dari China, sudah sangat membanjiri pasar. Berbagai jenis barang asal China ada di Indonesia. Mulai dari barang-barang berteknologi tinggi seperti mobil listrik, drone, laptop, komputer, alat kesehatan, ponsel, sampai barang-barang kecil seperti tusuk gigi.
Belum lagi buah-buahan asal China, yang juga sudah lama mendominasi pasar dalam negeri. Begitu juga dengan mainan anak, yang mayoritas buatan China. Perlengkapan rumah tangga dan alat-alat kantor juga dipenuhi produk China.
Baca juga : Menunggu Maaf-maafan Elite Politik
Banyak kalangan sudah mengingatkan potensi semakin membanjirnya produk impor, terutama dari China, imbas tarif Trump tersebut. Karenanya, kita harus gerak cepat melakukan antisipasi. Tentu caranya tidak kasar seperti yang dilakukan Trump.
Cara yang bisa dilakukan adalah memberikan kemudahan dan insentif bagi industri lokal. Dorong mereka untuk melakukan inovasi agar menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Berikan juga insentif bagi pengusaha yang mau membina industri lokal.
Lalu, sosialisasi dan ajakan mencintai produk lokal kepada masyarakat harus lebih digiatkan lagi. Bukan hanya dalam bentuk imbauan atau omongan, tapi harus dengan contoh juga. Pejabat, elite, dan pembesar negeri ini harus menjadi teladan dengan mengutamakan produk lokal.
Baca juga : Menunggu Rupiah Menjadi Gagah
Semoga dengan langkah-langkah ini, industri dalam negeri tetap bertahan bahkan berkembang di tengah perang dagang dunia yang semakin sengit. Kita tidak ingin nasib seperti Sritex, yang hancur akibat serbuan barang impor, terjadi pada perusahaan lain.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.