Dark/Light Mode

Menunggu Rupiah Menjadi Gagah

Jumat, 28 Maret 2025 04:09 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah sekitar tiga bulan, rupiah terus tertatih-tatih. Nilai tukarnya lebih banyak turun ketimbang naik. Sejak Desember tahun lalu, rupiah berkutat di angka sekitar Rp 16.000 per dolar AS.

Sepanjang pekan ini, rupiah begitu loyo. Bahkan sempat menyentuh Rp 16.600 per dolar AS. Hanya selisih sedikit dari titik terendah ketika terjadi krisis moneter pada 1998.

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat tetap tenang dengan kondisi ini. Argumentasinya, fluktuasi nilai tukar adalah hal biasa. Apalagi, indikator ekonomi lain saat ini menunjukkan hal yang bagus.

Baca juga : Politik Ulama

Namun, bagi kaum awam, kondisi ini sangat membingungkan. Heran, kenapa saat pertumbuhan ekonomi kita lebih baik dibanding banyak negara, nilai tukar rupiah malah terseok-seok? Logikanya, jika semua baik, rupiah juga harusnya ikut membaik. Ternyata tidak demikian.

Yang paling aneh adalah, ketika dolar mengalami inflasi, seperti yang terjadi di akhir 2023, rupiah tetap melemah. Logika awam, saat dolar inflasi, seharusnya nilai tukar mata uang Paman Sam itu melemah, karena nilainya turun. Namun yang terjadi, justru rupiah yang tergencet oleh dolar. Analisis pakar pakar, hal ini terjadi karena banyak orang mencari dolar.

Kalau terus seperti ini, kapan ada kesempatan rupiah menguat. Kapan rupiah akan menjadi gagah. Rakyat kecil lelah dengan rupiah yang terus-terusan payah di hadapan dolar dan sejumlah mata uang negara lain. Sebab, melemahnya rupiah bikin hidup masyarakat kecil semakin susah.

Baca juga : Harga Pangan Naik Turun

Akibat rupiah lemah dan dolar naik, biaya hidup masyarakat menjadi lebih tinggi. Harga BBM tinggi, harga barang-barang perlengkapan kebutuhan rumah tangga tinggi. Hal ini terjadi karena sebagian kebutuhan kita berasal dari impor, yang dibayarnya menggunakan dolar AS.

Saat ini, kita menghadapi libur panjang Lebaran 2025. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan. Jangan sampai peristiwa di libur Lebaran 2024, terulang. Saat perdagangan saham dan mata uang libur, rupiah malah anjlok.

Publik berharap, Pemerintah dan BI punya strategi jitu guna mengatasi masalah ini. Rupiah perlu “obat kuat”, agar tidak terus-terusan loyo. Rupiah harus gagah, agar berwibawa dan ekonomi kita juga semakin kuat.

Baca juga : Jadilah Politisi Yang Baik

Rakyat juga berharap, kepada para elite, pengusaha, dan pembesar di negeri ini, turut andil. Gotong royong menguatkan rupiah. Jangan terlalu banyak memburu dan menyimpan dolar, karena itu akan semakin membuat nilainya melambung. Gunakan dolar hanya untuk keperluan penting-penting saja. Kalau tidak terlalu penting, lebih baik dikeluarkan dan ditukar dengan rupiah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.