BREAKING NEWS
 

Kurban dalam Dunia Politik

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Senin, 9 Juni 2025 04:42 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Ibadah kurban dalam perayaan Idul Adha memiliki makna yang mendalam pada banyak aspek kehidupan. Ibadah ini memberikan pelajaran mengenai ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan yang sangat besar demi mendapatkan ridha Allah SWT.

Dalam Islam, ibadah kurban merupakan upaya untuk mendekatkan diri seseorang kepada Allah SWT. Kurban berasal dari kata "qaraba" dalam Bahasa Arab, yang artinya dekat. Yang dinilai dalam kurban bukan sembelihannya, tetapi upaya untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Agung.

Baca juga : Membangun Politik Keakraban

Para ulama menjelaskan, kurban juga bisa diartikan sebagai simbol penyembelihan nafsu-nafsu hewani yang buruk dalam diri manusia. Nafsu yang menjauhkan manusia dari Sang Pencipta.

Adsense

Makna kurban ini seyogyanya juga dapat diimplementasikan dalam dunia politik. Para elite politik di negeri ini, bersama para pengikut setianya, perlu menjadikan ibadah kurban sebagai refleksi untuk perbaiki diri, menyembelih nafsu politik, ego kelompok, dan kedengkian terhadap lawan politik.

Baca juga : Menguatkan Pancasila di Era Digital

Dari sisi praktik ibadah, kita bersyukur, di setiap Idul Adha, para politisi di negeri ini berlomba-lomba menyembelih hewan kurban terbaik. Mereka menyebar hewan kurban ke berbagai daerah. Banyak hewan kurban para politisi yang bobotnya fantastis, di atas 1 ton. Kondisi ekonomi yang masih sulit tak menghalangi mereka untuk melaksanakan kurban.

Sayangnya, sebagian politisi menjadi ibadah yang sarat makna ini sekadar formalitas. Bahkan, ada juga yang menjadikan sebagai upaya “merawat” konstituen dan menjaga elektabilitas. Hal ini tentu dapat menghilangkan makna mendalam dari ibadah tersebut.

Baca juga : Tantangan Implementasi Sekolah Gratis

Sekarang, waktunya kita menginsyafi ketidakikhlasan tersebut. Mari kita jadikan ibadah kurban sebagai langkah untuk benar-benar mendekatkan diri kepada Allah. Sebagai bentuk ketaatan, keikhlasan, dan ketakwaan. Mari menjadikan ibadah kurban ini juga sebagai momentum terbaik untuk membantu sesama, yang selama ini kurang beruntung.

Karena itu, selain menyembelih kambing/domba atau sapi, para politisi juga harus menyembelih nafsu buruk dalam dirinya pada Idul Adha ini. Nafsu yang mendorongnya menghalalkan segala cara demi meraih simpati publik dan menang di kontestasi berikutnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense