Dark/Light Mode

Tetap Waspada Ancaman Banjir

Jumat, 23 Mei 2025 05:24 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Panggung politik dan ekonomi kita terus berjalan dinamis. Setiap hari, ada saja peristiwa yang menyedot perhatian publik. Perbincangan di dunia nyata dan dunia maya pun ramai dengan peristiwa-peristiwa yang tidak ada habisnya tersebut.

Di tengah “tontonan” seru ini, ada baiknya kita tetap waspada dengan kondisi sekitar. Termasuk masalah cuaca. Saat ini, walaupun sudah memasuki musim kemarau, ancaman banjir tetap ada. Khususnya bagi wilayah Jabodetabek.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebenarnya musim kemarau sudah dimulai sejak April lalu. Musim panas diperkirakan akan berlangsung hingga September nanti.

Baca juga : Melanjutkan Cita-cita Reformasi

Meski demikian, karena perubahan cuaca yang sudah tidak menentu, sampai saat ini hujan masih sering terjadi. Intensitasnya juga cukup tinggi. Di beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya, masih sering tersiar berita banjir.

Untuk menghadapi ini, diperlukan perhatian yang serius. Karena itu, selain menyaksikan keseruan panggung politik, ada baiknya kita—mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sampai masyarakat—tetap waspada dengan ancaman banjir.

Kewaspadaan itu sangat penting, mengingat banjir sudah “tak kenal tempat dan waktu”. Dahulu, banjir biasanya menyasar daerah-daerah cekungan atau bantaran sungai. Sekarang, daerah elite dan kompleks perumahan mewah juga bisa kena banjir. Kemudian, daerah-daerah yang tinggi dan kering, juga bisa kena banjir.

Baca juga : Menghilangkan Politik Uang

Mengatasi ancaman banjir tidak bisa sendiri-sendiri. Sebab, sering kali banjir terjadi litas daerah. Antara pemerintah daerah harus saling koordinasi. Pemerintah pusat harus sigap. Warga juga harus bahu-membahu. Intinya, semua pihak harus berperan.

Berbagai program penanggulangan banjir jangan hanya dilakukan di saat musim hujan tiba. Program itu harus berjalan berkesinambungan. Kali jangan sampai dangkal, pintu air jangan tertutup sampah, tanggul jangan jebol, gorong-gorong dan drainase jangan mampet. Lalu, pompa air juga harus selalu standby.

Yang juga amat penting, meningkatkan jumlah daerah resapan air. Daerah tersebut sangat diperlukan sebagai tabungan air. Air hujan yang terjadi saat ini, segogyakan bisa diserap dengan baik di daerah-daerah resapan. Dengan begitu, saat puncak kemarau nanti, air tersebut bisa digunakan untuk keperluan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.