RM.id Rakyat Merdeka - Kasus kerusakan alam akibat tambang di Raja Ampat telah menggugah kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Setelah kerusakan alam itu viral, pekan lalu, berbagai suara keras pun muncul meminta operasional tambang di sana dihentikan. Mulai dari aktivis, politisi, tokoh daerah, artis, masyarakat umum, sampai anak-anak, ikut bersuara.
Pemerintah pun mengambil sikap. Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk empat perusahaan yang beroperasi di Raja Ampat sudah dicabut. Pemerintah juga berjanji akan menjadi Raja Ampat, yang masuk kawasan Geopark, menjadi objek wisata dunia yang berkelanjutan.
Kasus kerusakan alam di Raja Ampat memang sangat disayangkan. Namun, di dalam kasus ini, tetap ada hikmah yang bisa kita petik. Salah satunya, ternyata masyarakat kita peduli terhadap lingkungan. Masyarakat kita tidak rela jika alam rusak, apa pun alasannya.
Baca juga : Kurban dalam Dunia Politik
Kepedulian ini harus kita jaga dan tumbuhkan bersama-sama. Kepedulian ini harus terpatri dalam jiwa dan terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya muncul saat ada kasus besar yang heboh, sementara di hari-hari biasa kita malah turut “menabung” kerusakan lingkungan.
Saat ini, kerusakan lingkungan sudah sangat nyata. Dampaknya sangat terasa. Iklim sudah berubah, cuaca sangat ekstrem, suhu permukaan bumi terus naik, dan pencemaran udara kian parah. Untuk memperbaiki semua itu, dibutuhkan kepedulian bersama. Dibutuhkan gerakan bersama untuk menjaga alam ini.
Karena itu, kasus di Raja Ampat seyogyanya menjadi momentum penting. Menjadi titik balik bagi kita semua, untuk menguatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Baca juga : Membangun Politik Keakraban
Dalam usaha menjadi lingkungan, semua harus berperan aktif. Untuk Pemerintah, harus menyeleksi betul izin-izin konsesi kawasan hutan. Jangan sampai perusahaan yang beroperasi di sana membabat hutan. Kalau ada perusahaan yang melakukan pelanggaran, langsung tindak, tanpa harus menunggu viral.
Untuk pengusaha, harus membuat inovasi teknologi yang ramah lingkungan. Mencari keuntungan boleh, karena hal itu juga yang akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Namun, perusahaan juga harus memerhatikan keberlanjutan. Jangan sekali-kali merusak lingkungan.
Untuk kalangan aktivis, politisi, dan netizen, teruslah menjadi “polisi” dan melakukan “patroli”. Jika menemukan ada lingkungan lain yang rusak, segara suarakan. Agar menjadi perhatian publik dan cepat dilakukan perbaikan.
Baca juga : Menguatkan Pancasila di Era Digital
Untuk masyarakat umum, bisa ikut berperan dengan mengurangi produksi sampah dan konsumsi energi. Ingat, sampah—terutama plastik—juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah. Demikian juga penggunaan energi yang berlebih, berdampak buruk bagi lingkungan.
Tentu, pihak lain yang tak disebutkan di sini juga punya peran untuk menjaga lingkungan. Untuk itu, mari sama-sama menanamkan kepedulian pada lingkungan. Mari mulai action. Sebab, jika lingkungan semakin rusak, yang rugi kita semua.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.