BREAKING NEWS
 

“Ganti Wajah, Ganti Nasib?”

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Selasa, 16 September 2025 06:16 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah reshuffle kabinet, lalu apa? Tentu saja kita mengharapkan ada peruba han mendasar. Bahkan ada “game charger”. Bukan sekadar ganti wajah.

Para menteri baru harus menunjuk kan bahwa mereka lebih baik dari men teri sebelumnya.

Di antara lima menteri yang diganti, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang paling banyak disorot. Awalnya diragukan, namun dia bisa segera membalikkan suasana hati publik dan “pasar”.

The Straits Times, Singapura, menjulukinya sebagai menteri “cowboy style”. Mantan Presiden Jokowi menyebut “mazhab ekonomi Purbaya berbeda dengan Sri Mulyani, menteri keuangan sebelumnya”. Rakyat Merdeka menurunkan headline “Soal Gaya Bicara, Menkeu Baru Dinasihati Ulama, Politisi & Ekonom”.

Baca juga : Dari Flexing Ke Aksi

Bagi rakyat, siapa pun menterinya di lima kementerian tersebut, yang penting bisa membawa kesejahteraan. Rakyat tidak terbebani. Rakyat merasa lebih sejahtera dan nasibnya membaik.

“Rumusnya” sederhana: apakah rak yat bisa lebih baik, sejahtera dan merasa lebih positif dibanding kondisi sebelumnya? Sesederhana itu.

Untuk membuktikan hasilnya tidak perlu pernyataan dari seorang ekonom peraih Nobel. Karena, kita semua adalah “ekonom”. Bisa merasakan langsung akibat atau buah dari rangkaian kebijakan.

Adsense

Sesungguhnya, bangsa ini telah melalui belasan kali reshuffle. Puluhan menteri datang dan pergi, silih berganti. Ada menteri yang awalnya diragukan, tapi ternyata melebihi ekspektasi. Luar biasa. Ada pula yang sebaliknya: diprediksi bakal bersinar, tapi ternyata di bawah standar. Mengecewakan.

Baca juga : Mengawal “Kue Rampasan”

Di sinilah pentingnya evaluasi lanjutan. Selama ini ada kesan, ketika menteri baru menduduki kursinya, semuanya seolah selesai. Kita tidak mendengar apa-apa lagi.

“Sesuatu yang luar biasa yang di nantinantikan” tidak lagi ditagih. Semuanya kembali normal. Business as usual, berjalan secara normal, bahkan dalam kondisi luar biasa, kondisi krisis, atau ada tantangan berat. Seolah biasa-biasa saja.

Sampai akhirnya ada yang bertanya: kalau begitu, persoalannya ada di kapasitas personal menterinya, sistemnya atau budaya birokrasinya, atau ada faktor lain?

Pertanyaan ini perlu dijawab. Supaya tidak sekadar ganti wajah. Atau, seperti kata Albert Einstein, “jangan mengharapkan hasil berbeda kalau Anda masih melakukannya dengan cara dan sistem yang sama”.

Baca juga : “Fasad Baru Rumah Lama”

Karena itulah, menteri yang baru juga perlu menyegarkan sistemnya, menjadi lebih baik. Jangan langsung terbenam dan bergulat dengan sistem yang sama menghadapi masalah yang serupa, tanpa adanya monitoring berkelanjutan. Perlu ada “sesuatu” yang baru.

Tentu saja, kita sangat berharap, semua menteri, yang baru maupun yang lama, bisa membawa keberhasilan. Bisa mengubah nasib rakyat. Bisa menyejahterakan rakyat. Bisa menyelami denyut nadi kehidupan rakyat. Bisa menerjemahkan dengan baik dan cepat program serta tekad Presiden Prabowo. Bisa menjadi “game charger”.

Jangan sampai enam bulan atau setahun ke depan, rakyat kembali mengajukan pertanyaan sederhana: apa sesungguhnya yang sudah berubah dan lebih baik serta berjalan fantastis? Adakah?

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense