RM.id Rakyat Merdeka - Pernyataan Presiden Prabowo yang menegaskan tidak takut terhadap gertakan MSCI adalah sinyal politik yang wajar. Pesannya kuat. Seorang kepala negara memang wajib menjaga marwah dan wibawa nasional. Harus menenangkan rakyat serta pasar domestik agar tidak panik.
Namun, pasar modal global bekerja dengan cara yang lain. Mereka bekerja dengan kalkulasi, transparansi, dan kepastian hukum. Juga sistem yang baik dan bisa dipercaya.
Ancaman MSCI untuk men-downgrade pasar modal kita memang terasa intimidatif. Ada nuansa gertakannya. Seolah-olah Indonesia akan langsung tunduk tanpa syarat.
Baca juga : Pintu-pintu Yang Diketuk
Memang, harus diakui, ancaman penurunan status indeks yang dilontarkan MSCI bisa memicu eksodus modal asing. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa terguncang hebat.
Karena itu, catatan MSCI bisa menjadi cermin bagi bursa kita. Apalagi catatan dan peringatan tersebut bersumber dari masalah nyata di dalam negeri. Ekosistem pasar saham Indonesia masih punya banyak PR.
Menolak diperlakukan sewenang-wenang oleh negara lain, atau oleh lembaga internasional, termasuk MSCI, memang perlu. Bahkan wajib.
Kita tidak bisa menerima begitu saja. Ini negara dan bangsa besar. Namun, kurang serius apalagi menutup mata dari kelemahan sendiri adalah tindakan berbahaya.
Menghadapi kasus seperti ini, Indonesia bisa memakai strategi dua jalur. Pertama, jalur komunikasi politik. Presiden menjaga kedaulatan ekonomi. Harus bisa meyakinkan negara lain, atau lembaga mana pun di dunia, bahwa Indonesia adalah negara besar yang berdaulat. Memiliki banyak potensi. Indonesia tidak boleh didikte secara membabi buta oleh lembaga pemeringkat asing.
Kedua, jalur reformasi teknis. Ini tugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Otoritas harus bergerak cepat menyerap poin-poin evaluasi MSCI. Benahi transparansi data. Perkuat perlindungan investor minoritas, serta beberapa kritik dan masukan lainnya yang memang perlu diperhatikan.
Baca juga : Rupiah Pingsan, Dompet Menjerit
Jawaban terbaik atas gertakan asing adalah dengan melakukan pembenahan struktural secara serius dan konsisten. Investor global hanya peduli pada cuan dan keamanan modal mereka. Mereka berinvestasi pada sistem yang terpercaya.
Keberanian sejati sebuah bangsa adalah keberanian serta kesanggupan membongkar dan memperbaiki berbagai macam persoalan di rumah sendiri sembari menjaga marwah bangsa.
Jika bursa kita makin transparan, efisien, dan kredibel, MSCI tidak akan punya alasan lagi untuk mengancam. Saat itulah kedaulatan finansial Indonesia benar-benar berdiri tegak dan berdaulat. Tidak ada celah untuk didikte. Tidak ada ruang untuk diintimidasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.