BREAKING NEWS
 

Kang Emil Beri Hadiah Tiket MotoGP, Tjetjep Heriyana Sumringah

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 19 Maret 2022 00:45 WIB
Mantan pembalap Indonesia asal Jawa Barat (Jabar) Tjetjep Heriyana mendapat tiket nonton MotoGP Mandalika dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan pembalap Indonesia asal Jawa Barat (Jabar) Tjetjep Heriyana mendapat tiket nonton langsung MotoGP Mandalika dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, menjelaskan bahwa tiket tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada Tjetjep, yang pada 1970-an sudah mengharumkan nama Indonesia di ajang balap motor.

“Pak Tjetjep ini orang yang punya minat kuat di bidang otomotif. Prestasi beliau diakui dunia. Jadi, ini bentuk apresiasi dari Pemprov Jabar untuk beliau yang sudah sangat berjasa membawa nama negara," kata Kang Emil.

Hadiah tiket MotoGP Mandalika ini terasa sangat spesial bagi Tjetjep. Sebab, pada 26 Maret nanti, warga Cimahi itu memasuki usia 83.

Baca juga : Hingga Hari Terakhir, Tiket MotoGP Di Tiketapasaja.com Ludes Terjual

Tjetjep menuju Lombok bersama anak dan cucu, Kamis (17/3). Sebelum berangkat, dilakukan pemeriksaan kesehatan. Dokter Ayi Abdul Basith menerangkan, kondisi kesehatan Tjetjep baik. “Dari nadi dan saturasi oksigen, normal. Kondisi tubuh, bagian paru dan perut, semua dalam kondisi batas normal dan sudah tidak ada keluhan,” jelasnya.

Adsense

Tjetjep merasa bahagia dan antusias menyaksikan ajang 'kuda besi' di Mandalika secara langsung. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kang Emil. “Terima kasih banyak Pak Gubernur. Saya nggak bisa ungkapkan apa-apa. Pokoknya saya senang sekali. Karena selama ini hanya bisa melihat MotoGP di TV,” ucapnya.

Jawara Grand Prix Macau
Kecintaan Tjetjep kepada balap motor muncul sejak usia 13 tahun. Secara otodidak, ia belajar banyak hal. Di antaranya sempat ke Jerman dan Italia guna menambah ilmu tentang mesin motor.

Baca juga : Bamsoet Dampingi Jokowi Terima Pembalap MotoGP Di Istana Negara

Tjetjep meraih banyak trofi selama berkarier sebagai pembalap motor. Dia banyak meraih medali dan trofi selama aktif membalap. “Sekitar 110 medali. Tapi, sekarang cuma ada 10 kalau tidak salah,” sebutnya.

Prestasi tertinggi Tjetjep adalah juara 3 Grand Prix Macau pada 1970. “Dulu saya pernah juara tiga di Macau,” kenangnya.

Empat tahun berselang, Tjetjep terpaksa pensiun dari dunia balap motor. Kecelakaan di GP Batu Tiga, Kuala Lumpur, Malaysia, memastikan kondisi fisiknya tidak dapat lagi beradu cepat di sirkuit.

Baca juga : UMKM Binaan PLN Siap Meriahkan Gelaran MotoGP Di Sirkuit Mandalika

Meski begitu, Tjetjep tidak pernah meninggalkan dunia balap motor sepenuhnya. Ia masih mengikuti perkembangan dunia balap motor. Mulai dari pembalap yang beradu cepat di MotoGP, perkembangan mesin motor balap, sampai Sirkuit Mandalika. “(Sirkuit Mandalika) ini luar biasa. Ini salah satu yang terbagus. Ada laut, ada gunung. Itu jadi antik. Sama kayak Macau,” pungkasnya. [YP]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense