RM.id Rakyat Merdeka - Final tunggal putra turnamen tenis Grand Slam Wimbledon 2023 kembali terulang tahun ini. Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz kembali berjumpa di partai puncak.
Kelolosan 𝘛𝘩𝘦 Djoker-- julukan Novak Djokovic, ke partai pamungkas ditentukan lewat kemenangan atas Lorenzo Musetti.
Bertanding di Centre Court All England Lawn Tennis and Croquet Club, Wimbledon, London, Inggris, Sabtu (13/7/2024) dini hari, Djokovic menang dengan skor 6-4, 7-6(7/2), 6-4.
Lolosnya Djokovic ke final Wimbledon merupakan sebuah keajaiban tersendiri. Pasalnya, keikutsertaan petenis Serbia itu di Wimbledon tahun ini sempat diragukan. Djokovic harus menjalani operasi lutut hanya lima pekan jelang turnamen itu.
Baca juga : Teken Perpres, Jokowi Kebut Pembangunan IKN
“Ini adalah impian saya sejak kecil, dan saya ingin memenanginya lagi,” ujar Djokovic, dilansir Kantor Berita 𝘈𝘨𝘦𝘯𝘤𝘦 𝘍𝘳𝘦𝘯𝘤𝘦 𝘗𝘳𝘦𝘴𝘴𝘦, Sabtu (13/7/2024).
Saat ini, Djokovic telah mengoleksi tujuh gelar di Wimbledon. Jika menang di final, petenis berjuluk Djoker itu bisa
Djokovic menyamai rekor yang dimiliki legenda tenis dunia asal Swiss Roger Federer, yang punya delapan gelar.
“Saya ulangi, saat itu saya anak tujuh tahun yang bermimpi jadi juara di lapangan paling penting di dunia,” tegasnya.
Baca juga : Capim KPK Diburu 107 Orang: 105 Laki-laki, 2 Orang Perempuan
Dari jalannya pertandingannya versus Musetti, Djokovic tak mendapat perlawanan begitu hebat dari sang lawan. Kecuali di set ke-2 yang harus diselesaikan lewat tie break. Di laga ini, dia mematahkan servis lawan untuk memimpin 4-2 pada set pembuka.
Berikutnya, meski kehilangan keunggulan dan membiarkan dua set point terlewat, dia kembali mematahkan servis lawan pada gim ke-10. Djokovic kemudian merebut set tersebut.
Selanjutnya, pengalaman menjadi kunci saat Djokovic bangkit dari kehilangan servisnya pada gim pembuka set ke- 2. Dia kemudian menyamakan kedudukan pada gim ke-6 sebelum mendominasi tie-break.
Sebuah break pada gim pembuka set ke-3 membawanya menuju kemenangan melawan Musetti. Meski di set tersebut Musetti sempat menyelamatkan tiga match point sebelum akhirnya diselesiakan Djokovic.
Baca juga : Maunya Golkar: Kaesang di Jakarta, Emil di Jawa Barat
Kekalahan itu disesali Musetti. Tapi, dia mengakui bahwa Djokovic telah memainkan pertandingan yang luar biasa. Dia bilang, Djokovic menunjukkan dia berada dalam kondisi prima. Tidak hanya dalam hal teknis. Tapi juga secara fisik.
“Kami telah bertemu tujuh kali, tapi saya belum pernah melihat Novak bermain seperti di laga ini,” tetangnya.
Di semifinal lain, Alcaraz mengalahkan Daniil Medvedev 6-7(1/7), 6-3, 6-4, 6-4 untuk mencapai final Grand Slam keempatnya. Tahun lalu, Alcaraz mengalahkan Djokovic di final Wimbledon 2023 dalam duel menegangkan selama lima set.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 14 Juli 2024 dengan judul Final Grand Slam Wimbledon 2024, Djoker dan Alcaraz Jumpa Lagi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.