RM.id Rakyat Merdeka - Timnas Spanyol mengakhiri masa penantian selama 32 tahun dengan meraih medali emas pada perhelatan Olimpiade Paris 2024. Hal itu dipastikan setelah menang 5-3 atas Timnas Prancis melalui perpanjangan waktu pada final dini hari, Sabtu (10/8/2024).
Kemenangan Tim Matador -julukan Timnas Spanyol, di laga tersebut tercipta berkat dua gol yang dicetak pemain pengganti Sergio Camello pada perpanjangan waktu, yang sekaligus membawa Spanyol menang 5-3. Padahal, saat bermain di Stadion Parc des Princes, Prancis unggul lebih dulu lewat gol Enzo Millot di menit ke-11. Gol Enzo Millot tercipta lewat tembakan dari dalam kotak penalti Spanyol.
Namun, Spanyol tak butuh waktu lama menyamakan skor menjadi 1-1. Di menit ke-18 Spanyol berhasil membobol gawang Prancis lewat sontekan Fermin Lopez usai meneruskan umpan Alex Baena.
Spanyol bahkan mampu membalikkan kedudukan menjadi unggul 2-1 atas Prancis lewat gol Fermin Lopez di menit ke-25.
Di menit ke-28, Spanyol berhasil memperlebar keunggulan menjadi 3-1 lewat tendangan bebas Alex Baena yang meluncur ke pojok kanan atas gawang lawan hingga membuat kiper Prancis mati langkah.
Baca juga : Khelif Bungkam Pembenci
Pada menit ke-78, Prancis mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 lewat gol Maghnes Akliouche.
Di menit ke-89, wasit mengecek VAR setelah ada insiden yang diduga penalti. Benar, wasit memberikan penalti untuk Prancis di menit-menit akhir babak kedua.
Mateta yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik untuk membuat skor imbang 3-3 pada menit ke-90+3. Dramatis, karena gol tersebut tercipta di menit-menit akhir babak kedua saat kemenangan Spanyol sudah di depan mata.
Skor imbang 3-3 berakhir hingga babak kedua berakhir. Pertandingan dilanjutkan ke babak extra time. Di babak pertama extra time atau pada menit ke-100, Spanyol berhasil unggul 4-3 lewat gol indah Sergio Camello menggunakan tendangan chip.
Usai pertandingan, Pelatih Spanyol untuk Olimpiade Paris 2024 Santi Denia mengatakan, medali emas yang didapatkantimnya berkat harmonisasi skuadnya yang sangat bagus, seperti sebuah keluarga.
Baca juga : Presiden Bagikan SK Hutan Sosial & TORA di Festival LIKE 2
Dia juga bangga karena keberhasilan ini mengulangisejarah yang pernah diraih Timnas Spanyol saat diasuh Pep Guardiola dan Luis Enrique pada Olimpiade edisi 1992.
“Pelatih tidak naik ke podium. Itu untuk para pemain. Mereka melakukan ini. Mereka berjuang seperti sebuah keluarga,” kata Santi seperti dikutip dari AFP, Sabtu (10/8/2024).
“Untungnya kami mendapatkan emas yang selama ini dicari-cari Spanyol,” tambahnya.
Sementara itu, Prancis yang juga mengharapkan medali emas kedua setelah kemenangan 40 tahun lalu di Los Angeles, harus puas dengan medali perak.
Sang Pelatih Thierry Henry mengatakan, ini tidak berakhir seperti yang diinginkan, namun tetap luar biasa.
Baca juga : 2 Istana Megah Berdiri Di Ibu Kota Nusantara
Meski hanya mendapatkan perak, Henry tetap senang karena medali ini merupakan medali sepak bola pertama yang sudah lama dinantikan setelah edisi 1984.
“Ini perjalanan yang luar biasa dan kami pulang dengan membawa medali. Ini akan menjadi kenangan yang luar biasa,” kata pelatih 46 tahun itu.
Kemenangan ini melengkapi musim panas yang gemilang di lapangan bagi pasukan Spanyol setelah kemenangan mereka di Euro 2024 Jerman bulan lalu. Mereka juga baru saja menjuarai Euro U-19 dengan mengalahkan Prancis di final.
Bagi, Prancis, skenario kekalahan ini mengingatkan kenanganfinal Piala Dunia 2022. Les Bleus kalah adu penalti dari Argentina setelah upaya comeback serupa.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 11 Agustus 2024 dengan judul Raih Medali Emas Sepak Bola Olimpiade Paris 2024, Tim Matador Akhiri Penantian 32 Tahun
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.