RM.id Rakyat Merdeka - Turnamen tenis tertua dan bergengsi di Amerika Serikat (AS), yakni Amerika Terbuka akan mulai digelar hari ini (Senin, 26/8/2024). Turnamen ini bakal menjadi persaingan panas antara Iga Swiatek dan Aryna Sabalenka.
Swiatek petenis asal Polandia berstatus sebagai peringkat satu dunia. Sedangkan Sabalenka berstatus nomor dua dunia. Sabalenka berpeluang melengserkan kursi Swiatek yang sudah lama didudukinya.
Juara Prancis Terbuka 2024 ini harus berjuang keras untuk menjadi juara bertahan setelah memenangkan gelar Grand Slam tersebut pada musim sebelumnya. Meskipun ia hebat, ia telah membuktikan bahwa ia agak rentan terhadap tekanan.
Petenis yang telah mengantongi lima gelar Grand Slam pun terbuka membicarakan tentang tekanan dan bagaimana tekanan tersebut mempengaruhinya, serta bukan hal yang aneh baginya ketika gagal di momen-momen seperti itu.
Tentu saja, sebagai salah satu petenis terbaik dunia dan petenis yang telah menjadi petenis peringkat 1 dunia untuk waktu yang cukup lama di antara petenis putri aktif lain, ia lebih banyak berhasil dibandingkan gagal.
Baca juga : DPR Pasti Setujui PKPU Sesuai Putusan MK
Contoh yang sangat nyata adalah baru-baru ini di Olimpiade Paris setelah ia tidak bermain dengan begitu baik di pertandingan paling penting dalam kariernya. Hal tersebut juga terjadi di Amerika Terbuka musim lalu.
Swiatek menjelaskan bahwa musim ini tidak ada beban di pundaknya. Ia hanya fokus untuk maju selangkah demi selangkah, berharap bisa bermain sebaik mungkin.
“Yang jelas, musim lalu saya merasa saya harus mempertahankan banyak hal, seperti posisi peringkat 1 dunia, semua poin saya, dan gelarnya. Saya merasa mendapatkan beban di atas pundak saya. Musim ini sedikit berbeda. Musim ini saya hanya berusaha fokus dengan hal yang seharusnya saya lakukan untuk memainkan permainan terbaik,” jelas Swiatek.
“Ekspektasi saya tidak begitu tinggi jika dibandingkan musim lalu. Jadi, saya akan berusaha fokus untuk melalui semuanya selangkah demi selangkah dan tidak memberikan terlalu banyak beban pada pundak saya,” ujarnya.
Sementara itu, Sabalenka menyambut baik digelarnya Amerika Terbuka. Ia bertekad untuk menutup tahun dengan gemilang di Amerika Terbuka.
Baca juga : Muktamar PKB Dibuka Wapres, Imin Kembali Terpilih Secara Aklamasi
Petenis asal Belarus yang absen di Wimbledon karena cedera bahu itu memenangi gelar pertamanya sejak Australia Terbuka pada Januari lalu, di Cincinnati pekan lalu.
Ia membukukan kemenangan yang membangun kepercayaan diri untuk menghadapi petenis nomor satu dunia Iga Swiatek. Dan bertanding dengan kegembiraan yang datang dari keseimbangan yang lebih baik dalam hidupnya.
“Kegembiraan ini datang dengan pengalaman dan pemahaman akan banyak hal,” kata Sabalenka.
“Karena sebelumnya, saya mungkin terlalu asyik bermain tenis dan berusaha terlalu fokus seperti menempatkan diri saya di bawah begitu banyak tekanan,” katanya.
Sabalenka mengalami masa sulit akibat mantan pacarnya Konstantin Koltsov meninggal pada Maret Lalu. Dengan melihat ke belakang, Sabalenka mengatakan, ia mungkin akan mendapat manfaat dari mengambil waktu istirahat, daripada berpegang pada jadwal yang direncanakannya.
Baca juga : Prabowo: Saya Selalu Didukung Jokowi
“Saya benar-benar berpikir bahwa saya seharusnya berhenti dan memisahkan diri dari tenis, hanya memiliki sedikit waktu istirahat dan mengisi ulang tenaga dan memulai semuanya dari awal lagi,” kata Sabalenka.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 26 Agustus 2024 dengan judul Tenis Amerika Terbuka 2024, Panas, Kursi Swiatek Digoyang Sabalenka
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.