RM.id Rakyat Merdeka - Ac Milan kembali menuai hasil minor. Suara pemecatan pada pelatih baru, Paulo Fonseca pun menggema, usai Rossoneri bermain imbang 2-2 atas Lazio pada laga pekan ketiga Serie A di Stadion Olimpico, Minggu (1/9) dini hari kemarin.
Hasil minor ini memperpanjang catatan buruk Milan di awal musim 2024/2025, karena belum pernah menang dari tiga laga yang telah dimainkan.
Keputusan kontroversi manajemen Milan mengangkat Paulo Fonseca, dengan mencadangkan Rafael Leao dan Theo Hernandez pun diungkit para fans.
Baca juga : 3 Laga, Bojan Hodak Koreksi Kekurangan Maung Bandung
Apalagi, sang pelatih juga mengambil resiko besar mencadangkan kapten Davide Calabria. Klub yang bermarkas di Stadion San Siro itu kini tercecer di peringkat 14 tabel klasemen sementara Liga Italia bermodal 4 poin.
Tak pelak, rentetan hasil negatif membuat seruan pemecatan bergema yang disuarakan suporter AC Milan, termasuk di media sosial X (Twitter).
Tagar #FonsecaOut menjadi satu di antara bukti permintaan agar manajemen AC Milan segera mengakhiri kerja mantan allenatore (pelatih) AS Roma itu.
Baca juga : Hajar Verona, Nyonya Tua Puncaki Klasemen
Seruan pemecatan dari kursi pelatih AC Milan ternyata sampai ke telinga Paulo Fonseca. Namun juru taktik Rossoneri ini menyikapinya secara kalem, dan mengklaim dirinya masih diberikan kepercayaan oleh para petinggi klub.
“Ini masa transisi, dan tim membutuhkan waktu untuk merubah cara permainan dari yang sebelumnya (era Stefano Pioli),” kata Fonseca seperti dikutip dari laman Milannews.
“Para pemain sudah memperlihatkan sesuatu yang positif di babak pertama. Namun semuanya berubah ketika 45 menit kedua, dan hasilnya kami kebobolan,” imbuhnya.
Baca juga : Ngaspal Lagi, The Doctor Jajal Yamaha Di Sirkuit Misano
Fonseca lalu mengklaim, strategi saat melawan Lazio sejatinya sudah berhasil di awal pertandingan. Milan lebih dulu mencetak gol lewat Strahinja Pavlovic.
Namun Lazio sukses membalikkan keadaan melalui gol Taty Castellanos dan Boulaye di babak kedua. “Keputusan saya memasukkan Leao dan Theo pun juga terbukti ampuh. Sebab, tiga puluh detik berselang, Milan mampu mencetak gol penyeimbang yang dikemas Leao,” jelasnya.
Andai pemecatan terhadap Fonseca terjadi, situasinya akan mirip dengan apa yang pernah dialami Marco Giampaolo pada tahun 2019. Dia diganti Stefano Pioli setelah mendampingi klub dalam 7 pertandingan saja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.