Dark/Light Mode

Bulutangkis Olimpiade 2024

Apriyani/Fadia Di Ujung Tanduk

Senin, 29 Juli 2024 06:30 WIB
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. (Foto: PBSI)
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. (Foto: PBSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti kembali menelan kekalahan dari pasangan China, Chen Qingchen/Jia Yifan di Grup A badminton Olimpiade 2024, kemarin.

s Duel yang digelar di Porte de La Chapelle Arena, Paris itu, Apriyani/Fadia sudah kesulitan meladeni permainan unggulan utama itu sejak game pertama. Apriyani/Fadia tertinggal oleh Chen/Jia 11-7 di interval game pertama.

Chen/Jia terus mengendalikan permainan dan membuat Apri­yani/Fadia tak mampu mengem­bangkan permainan. Di akhir gim pertama, Chen/Jia berhasil menang dengan skor 21-12. Sempat memberikan perlawa­nan hebat pada game kedua, Apri/Fadia tak mampu menjaga momentum tersebut dan memak­sakan rubber game.

“Sayang sekali memang di momen tadi, kami tidak bisa ambil keunggulan di gim kedua. Mungkin kalau bisa ambil, cerita bisa saja berbeda,” ungkap Fadia, dikutip dari keterangan singkat PP PBSI.

“Terasa di poin-poin kritis terutama saya, bermain kurang tenang. Sementara, lawan yang sangat berpengalaman sudah ha­fal sekali kebiasaan-kebiasaan, sudah tahu mau melakukan apa di momen seperti itu,” ujarnya menambahkan.

Baca juga : Trump: Harris Liberal Gila Harris: Trump Pembohong

Dengan ini, maka kans bagi Apri/Fadia untuk maju ke babak utama Olimpiade Paris 2024 bisa dibilang cukup berat, mengingat mereka telah menelan dua keka­lahan straight game di fase grup ini. “Pastinya kecewa karena tidak bisa melaju ke babak selan­jutnya dan tidak bisa menyum­bang medali,” kata Fadia.

Meski demikian, Apri/Fadia masih memiliki satu pertan­dingan lagi pada fase grup, yakni menghadapi wakil Malaysia Tan Pearly/Thinaah Muralith­aran. “Masih ada pertandingan terakhir, kami tetap mau fight. Kami tidak mau memikirkan laga ini sudah tidak menentukan lagi, kami mau berjuang sebaik-baiknya,” ujar Fadia.

Berbeda dengan Apri, ini merupakan pertama kalinya Fa­dia berlaga di panggung Olim­piade. Bagi Fadia, debutnya di pesta olahraga terbesar di dunia ini merupakan pengalaman dan pelajaran berharga.

“Ini menjadi pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga untuk saya. Saya bisa bermain di Olimpiade, tidak semua atlet punya kesempatan ini,” kata Fadia.

“Di Olimpiade sejak pertan­dingan pertama itu layaknya final. Semangat dan suasana itu yang jadi pelajaran buat saya,” ujarnya menambahkan.

Baca juga : KPK Telusuri Dugaan Keterlibatan Pejabat

Selain Apri/Fadia, hari ini ma­sih terdapat tiga wakil Indonesia lainnya yang bakal bertanding di hari kedua Olimpiade Paris 2024.

Sementara itu, dari sektor ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari bakal bertemu dengan unggulan pertama asal China Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong. Kedua pasangan ini sudah mengoleksi masing-masing satu kemenang­an. Lebih lanjut, wakil Indonesia lainnya yang berlaga hari ini adalah tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang berjumpa dengan wakil Amerika Serikat Howard Shu.

Rinov/Pitha mengalahkan pasangan Korea Selatan (Korsel) Kim Won Ho/Jeong Na Eun, 22-20, 14-21, dan 21-19, dalam tempo 1 jam 4 menit, pada laga di Porte De La Chapelle Arena.

“Kami sangat bersyukur bisa memenangkan pertandingan per­tama Olimpiade Paris 2024. Sa­ngat senang bisa kembali menang dari pasangan Korea yang kami tahu, tidak pernah mudah mela­wan mereka,” kata Pitha.

Kunci kemenangan pada de­but mereka di Olimpiade Paris 2024 ini adalah fokus menerapkan strategi yang sudah disiapkan dengan matang. “Dari dua kemenangan (di turnamen) sebelumnya ke pertandingan hari ini, tidak ada perubahan signifikan dari strategi yang kami terapkan. Tapi, dari sini, kami belajar untuk lebih fokus dan ada beberapa strategi yang mesti ditingkatkan,” ungkap Pitha.

Baca juga : Pacar Baru El Rumi

Menurut ganda campuran peringkat 13 dunia itu, keterting­galan mereka di gim kedua terjadi karena terlambat mengantisipasi serangan lawan. Namun, Rinov/ Pitha cepat belajar dari kesalahan dengan membalasnya pada gim pamungkas. “Tadi, ada mo­men lawan mengubah pola dan kami tidak cepat untuk antisipasi dan kembali ke pola permainan kami,” kata Pitha.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 29 Juli 2024 dengan judul Bulutangkis Olimpiade 2024, Apriyani/Fadia Di Ujung Tanduk

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.