RM.id Rakyat Merdeka - Provinsi Sumatera Utara sukses menyelenggarakan PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024. Bahkan, penyelenggaraan PON XXI kali ini mencetak sejarah baru dengan diikuti 38 provinsi dan juga satu otorita, yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain itu, lebih dari 18 ribu orang yang menjadi kontingen PON datang ke Sumatera Utara terdiri dari ofisial, pelatih dan atlet.
Kemudian, pada penyelenggaraan PON XXI kali ini juga terdapat 34 cabang olahraga (cabor), 46 disiplin dan 528 nomor pertandingan yang berlangsung di Provinsi Sumatera Utara.
Sementara itu, pada PON XXI Aceh-Sumut tercatat 113 rekor yang pecah berasal dari delapan cabang olahraga, baik rekor PON dan nasional.
“Rekor nasional terbanyak yang berhasil dipecahkan adalah cabang olahraga atletik dengan delapan rekor dan diikuti selam kolan dengan tujuh rekor,” kata Fatoni, dikutip Rabu (30/10/2024).
Rekor tersebut tak lepas dari keberhasilan regenerasi atlet, dengan rata-rata usia atlet pada PON XXI Aceh-Sumut 22 tahun.
Salah satu atlet muda yang berasal dari Sumut, yaitu Nella Agustin (22) berhasil meraih tiga medali dan memecahkan tiga rekor nasional.
Baca juga : PJ Gubernur Kaltim Apresiasi Konsep Pengelola Tambang Berau Coal
Tak hanya itu, Gladies Lariesa Garina Haga yang merupakan atlet loncat indah berhasil memborong lima medali emas.
Selain itu, beberapa venue PON XXI di Sumatera Utara berstandar internasional dan mendapat sanjungan juga apresiasi dari berbagai pihak.
Di antaranya, Stadion Madya Atletik, Stadion Bola Volly, Bowling, Gateball, Lapangan Cricket.
Kemudian, ketersediaan akomodasi dan transportasi hingga media center, juga tak kalah dari media center Olimpiade. Terakhir Stadion Utama Sumatera Utara di Deli Serdang, yang menuai banyak pujian.
Pada PON XXI Aceh-Sumut, Provinsi Sumatera Utara berhasil mendongkrak posisinya dan menduduki peringkat keempat dari seluruh daerah dan memboyong 254 medali, yang terdiri dari 79 medali emas, 59 medali perak dan 116 medali perunggu.
Posisi tersebut melesat jauh dari PON sebelumnya. Pada PON XX Papua, Provinsi Sumatera Utara hanya berada pada peringkat ke-13.
“Provinsi Sumatera Utara pda PON ini sangat luar biasa, karena sangat sulit menggeser Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Timur,” kata Fatoni.
Baca juga : Pj Gubernur Kaltim Apresiasi PT Berau Coal Tanam Kakao di Berau Coal
Pada PON XXI, Sumatera Utara juga mengukuhkan diri mampu bersanding dengan atlet-atlet elite nasional. Sumatera Utara berhasil meraih posisi kedua di delapan cabang olahraga dan posisi ketiga di sembilan cabang olahraga.
"Tentunya hal ini menandakan atlet dari Sumatera Utara tidak kalah dominan dengan atlet nasional lainnya. Atlet Sumatera Utara telah mengembalikan marwahnya,” sambung Fatoni.
Fatoni yang juga Ketua Pengurus Besar (PB) PON XXI Aceh-Sumut wilayah Sumatera Utara juga membuat langkah besar dengan melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk bersama-sama menangani PON dan menjadi jajaran panitia.
Dirinya juga melibatkan unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, BIN, DPRD, BPKP dan instansi vertikal lainnya dalam struktur kepengurusan PB PON XXI.
“Sinergitas dan kebersamaan merupakan upaya Pemprov Sumut agar lebih banyak yang mengawasi dan menjaga akuntabilitas penyelenggaraan PON, bekerja lebih cepat, lebih baik dan lebih sempurna lagi,” kata Fatoni.
Selama PON XXI berlangsung, perputaran uang tercatat sebesar Rp 8,6 triliun lebih dan tentunya ini merupakan bentuk kesuksesan ekonomi daerah.
Bahkan seluruh hotel bintang tiga dan empat di daerah penyelenggaraan PON wilayah Sumatera Utara tercatat penuh.
Baca juga : Stok Dan Harga Beras Di DKI Aman Terkendali
Berbagai agensi pariwisata disibukkan untuk melayani lebih dari 18 ribu orang yang datang ke Sumatera Utara selama 22 hari.
Omset makanan dan oleh-oleh berupa tenun songket juga ulos sangat meningkat tajam. Pada bidang kesehatan, Sumatera Utara menyiapkan 60 rumah sakit rujukan, 127 ambulans serta 1.100 dokter, tenaga medis dan tenaga pembantu medis yang bersiaga di masing-masing venue.
Tak hanya itu, setiap hotel tempat atlet menginap juga disediakan dua dokter dan tenaga medis yang tinggal di hotel selama PON berlangsung.
Melalui PON XXI ini, Sumatera Utara juga mencatatkan sejarah baru yang membanggakan dan mencatat rekor MURI, yakni dengan melibatkan 83.391 volunteer yang aktif terlibat.
Jumlah relawan tersebut merupakan jumlah terbesar di dunia olahraga sepanjang sejarah bahkan lebih banyak dari relawan olimpiade.
“Kerja keras, kerja sama dan kekompakkan telah terbayarkan dengan sukseskan pesta olahraga terbesar di Inonedia. Kebanggaan Sumatera Utara, keberhasilan PON XXI Aceh-Sumut menjadi keberhasilan Indonesia di mata dunia,” ucap Fatoni.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.