Dark/Light Mode

Pj Gubernur Blusukan Ke Cipinang

Stok Dan Harga Beras Di DKI Aman Terkendali

Kamis, 24 Oktober 2024 06:50 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi saat meninjau PT Food Station Cipinang Jaya, Jakarta Timur, Senin (21/10/2024). (Foto: Brigitta/detikcom)
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi saat meninjau PT Food Station Cipinang Jaya, Jakarta Timur, Senin (21/10/2024). (Foto: Brigitta/detikcom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi meninjau Pusat Informasi Beras Cipinang (PIBC) milik PT Food Station Tjipinang Jaya, di Jakarta Timur, Senin (21/10/2024). Hasilnya menggembirakan, stok dan harga beras aman terkendali.

Teguh melakukan pengecekan stok beras untuk memastikan harga pangan tetap stabil menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta hingga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

“Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bahwa harga pangan tidak membebani ma­syarakat, khususnya menjelang Pilkada dan Nataru,” kata Teguh.

Teguh menerangkan, Food Station Tjipinang Jaya meru­pakan BUMD Pangan DKI Jakarta yang mengelola PIBC. Untuk diketahui, PIBC meru­pakan pasar induk beras terbe­sar di Indonesia, dengan luas 14,4 hektare dan memiliki 108 unit gudang dengan kapasitas penyimpanan sebesar 99.865 ton beras.

Baca juga : Fenerbahce Vs Manchester United, Setan Merah Dihantui Rekor Buruk

Ketersediaan beras di PIBC per 20 Oktober 2024 tercatat sebanyak 48.695 ton. Adapun harga rata-rata beras premium, yaitu Rp 14.100 per kilogram (kg) dan beras medium seharga Rp 12.050 per kg.

Saat ini, papar Teguh, kebu­tuhan beras masyarakat DKI Jakarta mencapai 2.686 ton per hari atau 80.594 ton per bulan. Menjelang Nataru 2025, diper­kirakan kebutuhan beras akan meningkat sebesar 3,43 persen menjadi 2.767 ton per hari atau 83.361 ton per bulan.

Untuk memastikan keterse­diaan beras sampai akhir tahun, lanjut Teguh, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipatif. Seperti pemenuhan kapasitas gudang dan pengua­tan kerja sama antar daerah secara Business to Business (B to B) dengan produsen beras di berbagai daerah.

“Serta menjaga stabilitas pa­sokan beras bersama Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jakarta Banten,” ujarnya.

Baca juga : Masih Berpeluang Juara Konstruktor F1, Si Kuda Jingkrak Realistis

Diharapkan dia, pada 2025, BUMD sektor pangan dapat melakukan ekspansi dan ino­vasi kegiatan komersial peru­sahaan melalui platform digital. Serta mengoptimalisasi seluruh aset dan sumber daya perusa­haan dalam rangka peningkatan pendapatan.

Tidak hanya itu, Teguh ber­harap, BUMD dapat melakukan efisiensi beban dan Harga Pokok Komoditas melalui integrasi rantai pasok yang efektif, me­ningkatkan market share BUMD Pangan di Jakarta dan nasional, serta meningkatkan kualitas produk dan quality control sesuai standar kelayakan pangan.

Selanjutnya, mengupayakan diversifikasi usaha baik yang bersifat vertikal maupun hori­zontal untuk optimalisasi kinerja pendapatan. Dan terus menguat­kan sinergi dengan BUMD, Perangkat Daerah, Kementerian/Lembaga, serta kerja sama antar­daerah dalam rangka mewujud­kan ketahanan pangan.

Teguh memastikan pihaknya mengikuti arahan dari Pemerintah Pusat. Setiap Senin, Menteri Dalam Negeri memimpin rapat terkait pengendalian inflasi daerah yang menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengambil langkah-langkah antisipatif agar semuanya bisa terkendali.

Baca juga : Harvey Moeis Berdalih Untuk Covid, Jaksa Tidak Percaya

“Kami akan terus berkoordi­nasi dan bersinergi, serta memastikan semua bisa berjalan lancar. Kami harapkan, semua persiapan dan strategi yang telah direncanakan dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan demi kesejahteraan masyarakat Jakarta,” pungkasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.