Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - E. Aminudin Aziz baru 10 bulan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Dia dilantik sebagai Plt. Kepala Perpusnas pada 29 November 2023. Jabatan utama Amin adalah Kepala Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Amin berharap, ke depan, siapa pun Kepala Perpusnas definitif yang dipilih, akan menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang menggembirakan. Menurutnya, Perpustakaan jangan lagi hanya menjadi tempat yang berisi tumpukan-tumpukan buku. Perpustakaan harus menyediakan berbagai hal. Seperti ada café yang representatif, ada tempat-tempat Instagramable untuk selfie, ada tempat untuk bermain game. Semuanya terintegrasi. “Ya seperti one stop service lah,” ucapnya.
Dengan demikian, kata perpustakaan menjadi hal yang menarik untuk dikunjungi. Yang datang ke perpustakaan juga menjadi bahagia dengan berbagai fasilitas yang disediakan.
Baca juga : Lawan Bahrain, Eliano Reijnders Siap Tampil Mengesankan
Amin yakin, konsep seperti ini akan meningkatkan budaya baca dan literasi masyarakat. Awalnya, masyarakat yang datang ke perpustakaan itu mungkin hanya untuk makan, untuk selfie, atau untuk mendampingi anak dalam bermain game. Tapi, di sela waktu itu mereka juga akan terdorong untuk membaca buku yang disediakan di perpustakaan.
Dia melihat, Presiden terpilih Prabowo Subianto memiliki perhatian khusus pada peningkatan literasi masyarakat. Salah satunya menyebut mengenai pemberdayaan perpustakaan.
“Ini adalah cita-cita. Saya pikir, cita-citanya sangat mulia apabila ini bisa diwujudkan,” ucapnya.
Baca juga : Hari Ini Debat Perdana, RK Dan Pramono Janji Tak Mau Saling Serang
Dia juga berharap, ke depan, perpustakaan jangan lagi dianggap sebagai tempat buangan bagi para pejabat yang tersingkirkan di instansi lain. Perpustakaan harus benar-benar dikelola oleh orang-orang kompeten, agar semakin maju, semakin menarik, dan semakin banyak dikunjungi masyarakat.
“Perpustakaan itu adalah sumber ilmu pengetahuan. Kita harus membangun kesadaran mengenai itu. Kalau kita, selamanya kita akan menjadi orang-orang yang pandir terus,” imbuhnya.
Untuk insan perpustakaan, Amin juga mendorong untuk mengubah pola pikir. Harus ada tindakan resiprokal terhadap dorongan perubahan. Jangan merasa cukup dengan pelayanan yang selama ini diberikan. Para insan perpustakaan harus mau meningkatkan kompetensi.
Baca juga : Soal Kursi Menteri, Semuanya Menyerahkan Ke Prabowo
“Jadi, kalau ada inisiatif Pemerintah nanti, jangan kemudian para pengelola perpustakaan itu malah merasa ‘ah dari dulu juga begini cukup’. Jangan. Harus ubah bersama-sama,” pesannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya