RM.id Rakyat Merdeka - Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja alias Deglo sukses kalahkan wakil tuan rumah, Zhang Han Yu/Yang Jia Yi di China Masters 2024. Sedangkan, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung harus tersingkir.
Berlaga di Shenzhen Gymnasium, kemarin, pasangan Deglo langsung tampil meyakinkan sejak awal laga.
Deglo unggul atas wakil tuan rumah Zhang Han Yu/Yang Jia Yi dua gim langsung 21-17, 21-12.
Usai laga, Gloria mengungkapkan, usai kekalahan di babak pertama ajang 𝘒𝘶𝘮𝘢𝘮𝘰𝘵𝘰 𝘔𝘢𝘴𝘵𝘦𝘳𝘴 𝘑𝘢𝘱𝘢𝘯, pekan lalu, mereka lebih menyiapkan diri masing-masing. Membangun lagi mental, keyakinan dan kepercayaan diri.
“Kami jaga untuk tidak turun lagi. Kami juga mau selalu menikmati pertandingan di lapangan. Ini masih dalam proses,” ungkap Gloria.
Baca juga : Pindahkan Ibu Kota Negara ke IKN, Presiden Tunggu Gedung DPR, MA, MK Rampung
Soal jalannya pertandingan, pasangan yang turun sebagai unggulan keenam itu mengatakan, lawan berani untuk tampil lebih menyerang. Namun, mereka berusaha untuk mengatasi serangan Zhang/Yang. Serta mempertahankan kepercayaan diri itu hingga gim kedua bergulir.
“Gim kedua kami lebih siap dan lebih yakin dengan pola permainan kami. Kami banyak dapat angka cepat karena ritme ini yang terus kami lakukan,” kata Dejan.
Dia mengaku, adaptasi dengan lapangan sudah cukup baik. Katanya, ini merupakan salah satu arena terbaik di China yang pernah dia rasakan. “Arenanya sangat besar dan arah anginnya normal. Sangat bagus,” jelasnya.
Dari laga tunggal putri, andalan Indonesia Gregoria Mariska Tunjung secara mengejutkan tersingkir di babak pertama. Gregoria menelan kekalahan dari wakil Thailand Pornpawee Chochuwong, dua gim langsung 13-21, 14-21.
Usai kekalahan tersebut, Gregoria mengaku akan segera mengalihkan fokusnya ke persiapan BWF World Taur Finals (WTF) 2024.
Kata dia, kekalahan tersebut jadi catatan besar baginya. Bagaimana mencari cara untuk keluar dari kesulitan. Saat ini, dia punya banyak waktu untuk latihan, dan menyiapkan diri untuk WTF.
“Pastinya bukan tantangan yang mudah tapi saya mau menutup tahun dengan penampilan terbaik nanti,” ujarnya.
Ditambahkannya, fokus sekarang adalah memperhatikan detil kecil di turnamen puncak mendatang. Dia mencoba untuk tidak terpengaruh dengan gangguan-gangguan yang ada.
“Hari ini saya harus akui, Chochuwong bermain sangat bersih, dia tahu dia harus bermain seperti apa,” katanya.
Selain itu, tantangan terbesar bagi peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu adalah kurangnya adaptasi di arena pertandingan. Dia tidak sempat menjajal arena pertandingan karena sehari sebelum pertandingan baru tiba di China.
Baca juga : Garuda Terbang Tinggi
“Tidak ada kesempatan beradaptasi, akibatnya tadi saya tidak bisa menguasai pertandingan, banyak sekali melakukan kesalahan,” pungkasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 21 November 2024 dengan judul Badminton China Masters 2024, Deglo Melaju, Jorji Tersandung
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.