Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gara-gara Video Aksi Carok
Debat Ketiga Pilkada Sampang Ditiadakan
Rabu, 20 November 2024 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Media sosial X dihebohkan video pendek yang memperlihatkan aksi saling serang sekelompok orang dengan senjata tajam di Sampang, Jawa Timur (Jatim). Pemicu pertikaian itu, yakni perbedaan pilihan di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Sampang. Tagar #Carok jadi trending topic. Gara-gara itu, debat ketiga Pilkada ditiadakan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jatim Aang Kunaifi mengatakan, pihaknya memutuskan meniadakan debat ketiga Pilkada Sampang untuk meredam eskalasi peristiwa brutal yang diduga terjadi, Minggu (17/11/2024).
Dia juga memastikan, keputusan untuk meniadakan kegitan itu sudah diketahui dan disepakati oleh para pasangan calon (paslon) yang berkompetisi di Pilkada nanti.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bukan Mustahil
“Mudah-mudahan, apa terjadi atau insiden di Sampang tidak terulang lagi dan tidak berkelanjutan. Kita semua menginginkan Pilkada berlangsung aman dan damai, serta menghasilkan pemimpin yang berkomitmen membangun dan memajukan daerah,” ujar Aang di Surabaya, Jatim, Selasa (19/11/2024).
Lebih lanjut, dia menjelaskan, peniadaan debat ketiga Pilkada Sampang, tak menyalahi aturan. Dalam Peraturan KPU, debat Pilkada minimal dilakukan sebanyak dua kali, dan hal tersebut telah terlaksana.
Aang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian dan keamanan dalam pelaksanaan Pilkada 2024.
Baca juga : Dewan Restui Tarif Air PAM Naik, Untuk Menengah Atas
“Kami berharap, Pilkada bisa kita selenggarakan dengan damai. Silakan berkontestasi, menentukan pilihan dan saling menghormati perbedaan pilihan,” pesannya.
Terpisah, Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto menyatakan, video pendek terkait penyerangan dengan senjata tajam yang menjadi trending di media sosial X, terjadi di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang. Dalam kasus tersebut, seorang warga meregang nyawa. Korban adalah saksi dari paslon Slamet Junaidi-Ahmad Machfudz (Jimad Sakteh).
“Kami telah mengamankan satu orang tersangka. Mudah-mudahan penangkapan satu orang tersangka ini bisa dikembangkan ke tersangka lain,” ujarnya.
Baca juga : Tim Matador Kokoh Di Puncak Klasemen
Saat ini, sambung Imam, tersangka ditahan di Mapolda Jatim. Pihaknya akan terus melakukan pengembangan penyidikan guna mengungkap adanya tersangka lain.
“Saya memohon doa dan dukungan dari rekan-rekan (media) dan masyarakat Kabupaten Sampang, semoga kami bisa segera menangkap pelaku lain. Kami akan terus bekerja, kita tegakkan hukum seadil-adilnya,” tegasnya.
Imam menambahkan, penanganan kasus Insiden Ketapang Laok sengaja diambil alih Polda Jatim. Dengan begitu, Polres Sampang bisa lebih fokus pada pengamanan tahap Pilkada 2024.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya