RM.id Rakyat Merdeka - Klub raksasa Italia, AC Milan harus pulang dengan kepala menunduk, setelah kalah dari Feyenoord 0-1 di leg pertama playoff Liga Champions di Stadion De Kuip, Rotterdam, dini hari kemarin. Gol semata wayang diciptakan Igor Paixao saat pertandingan berjalan tiga menit.
Padahal di laga tersebut, pelatih AC Milan, Sergio Conceicao menurunkan kekuatan penuh dengan kuartet ‘fantastic four’ sejak awal untuk pertama kalinya. Santiago Gimenez, Joao Felix, Rafael Leao, dan Christian Pulisic menjadi starter namun keempatnya gagal menyarangkan bola ke gawang lawan.
Dalam pertandingan ini, AC Milan sebenarnya unggul dalam penguasaan bola dengan 54% serta mencatatkan 12 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran. Namun, efektivitas permainan Feyenoord membuat mereka mampu mengamankan kemenangan.
Baca juga : Badminton BAMTC 2025, Garuda Ganyang Malaysia
Tim asuhan Sergio Conceicao ini sempat mendapatkan kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan lewat tendangan bola rebound dari Samuel Chukwueze, tetapi kiper Feyenoord, Timon Wellenreuther, berhasil melakukan penyelamatan gemilang. Pada menit-menit akhir laga Feyenoord vs AC Milan, kedua tim terus berupaya mencetak gol tambahan. Namun, skor 1-0 untuk kemenangan Feyenoord tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Leg kedua akan berlangsung di Stadion San Siro, Milan, pada Rabu (19/2/2025) pukul 03.00 WIB. AC Milan wajib meraih kemenangan dengan selisih dua gol untuk lolos ke babak 16 besar. Sementara Feyenoord cukup membutuhkan hasil imbang untuk melangkah ke fase berikutnya.
Striker AC Milan, Rafael Leao mengaku timnya tidak memiliki keberani dan agresi untuk menyerang Feyenoord. Menurutnya, banyak peluang yang tidak dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Baca juga : Merasa Diserang Orang Serakah
“Tidak ada alasan, kami harus seagresif mereka dan memenangi semua duel. Kami harus memiliki sikap yang tepat untuk pertandingan penting Liga Champions, yang tidak kami lakukan hari ini,” tegas Leao.
Pelatih AC Milan, Sergio Conceicao mengakui masih perlu waktu untuk meramu taktik yang tepat untuk membuat Rossoneri bisa konsisten. Kegembiraan Conceicao usai kedatangan pemain-pemain baru di bursa transfer Januari hanya berumur singkat. Setelah dua kemenangan beruntun pada pertandingan domestik, Milan kembali kalah.
Conceicao baru menangani Milan sejak 30 Desember tetapi sudah mengalami tren negatif yang kembali berulang yaitu hasil bagus dalam beberapa laga namun kemudian penampilan yang mengecewakan muncul lagi. Inkonsistensi yang sama sudah menjangkiti Milan sejak diasuh Stefano Pioli dan Paulo Fonseca.
Baca juga : Anggaran Kementerian/Lembaga Dipotong, Pelayanan ke Rakyat Jangan Terganggu
“Sulit untuk mengubahnya, tetapi bukan tidak mungkin. Kami berada di sini untuk membuat empat bulan terakhir musim ini berbeda dari enam bulan sebelumnya,” ucap Conceicao dilansir Sky Sport Italia.
Hanya saja, pertandingan di awal-awal berjalan negatif bagi Milan karena langsung kebobolan pada menit ketiga lantaran kesalahan kiper Mike Maignan yang gagal mengantisipasi sepakan mudah dari pemain sayap Feyenoord, Igor Paixao. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.