RM.id Rakyat Merdeka - Tim bulutangkis Indonesia berhasil mengukir sejarah di ajang Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran Asia (Badminton Asia Mixed Team Championship/BAMTC) 2025, usai mengalahkan tuan rumah China. Laga yang digelar di Qingdao Conson Sports Center, China, Tim Merah Putih menang 3-1 atas Negeri Tirai Bambu.
Indonesia merebut poin pertama di laga final tersebut melalui aksi pasangan ganda campuran, Rinov Rivaldy/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Rinov/Fadia menang dua game langsung 21-11, 21-13 atas atas pasangan Gao Jia Xuan/Wu Meng Ying.
Di partai kedua, tunggal putra, Alwi Farhan menambah keunggulan Indonesia menjadi 2-0, usai mengalahkan Hu Zhe An dengan skor 21-15, 21-13. Keunggulan ini semakin mendekatkan tim bulutangkis beregu campuran Indonesia ke panggung juara.
Sedangkan di partai ketiga, Putri Kusuma Wardani harus mengakui kehebatan pemain China Xu Wen Jing dua game langsung 12-21 13-21. Kekalahan ini membuat laga berlanjut ke partai keempat.
Baca juga : Nikah Nunggu Rezeki
Di partai keempat, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin berhasil menjadi penentu kemenangan Tim Indonesia usai mengalahkan pasangan Chen Xu Jun/Huang Di dengan skor 21-15, 21-9. Kemenangan 3-1 ini sudah cukup untuk menempatkan Indonesia ke panggung juara BAMTC 2025.
Atas keberhasilan tersebut, ini merupakan medali emas pertama yang diraih tim bulutangkis Indonesia dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen tersebut. Catatan terbaik sebelumnya adalah merebut medali perunggu pada 2019.
Sejauh ini China masih menjadi tim pendulang medali emas terbanyak di BAMTC, dengan dua emas dan satu perunggu. Disusul Jepang (satu emas, satu perak dan satu perunggu).
Tunggal putra Alwi Farhan senang atas prestasi yang diraihnya di kejuaraan tersebut. Ini menjadi motivasi untuk bisa melangkah ke babak selanjutnya.
“Alhamdulillah, kemenangan ini karena dukungan tim, pelatih dan orang tua saya. Pasti senang rasanya, saya berhasil menunjukkan karakter bertanding kita, Indonesia, untuk menjadi pemenang atau juara,” ujar Alwi usai pertandingan.
Baca juga : Hemat Anggaran Ditarget Tembus Rp 700 Triliun
Menurut Alwi, lawannya Hu Zhe An adalah pemain yang sangat potensial dan memiliki perkembangan yang bagus.
“Tahun lalu dia bisa mencapai final Kings Cup dan itu menjadi tamparan motivasi untuk berlatih lebih keras lagi. Namun ini bagus melihat persaingan seperti ini, jadi saya tahu kekurangan saya di mana,” jelasnya.
Alwi mengungkapkan, saat pertandingan tak mau kalah mental dari lawannya. Hal ini menjadi salah satu kunci kemenangannya.
Terkait kekalahan Putri KW, dia mengaku tampil dengan tegang.
“Kalau dibilang tegang pasti tegang, tetapi tadi saya pelan-pelan mengurangi ketegangan itu apalagi tim juga sudah bermain cukup baik sebelumnya,” ungkapnya.
Baca juga : Forum Pemred Dan Forum Humas BUMN Kampanye Melawan Disinformasi-Misinformasi
Putri KW mengaku, lawannya Xu Wen Jing tampil sangat baik, dan sangat menguasai.
“Saya tidak bisa keluar dari ritme dan pola main dia, akhirnya banyak mati sendiri di permainan reli. Saya akui hari ini permainan angat under perform,” ujarnya. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.