BREAKING NEWS
 

La Liga Terus Kampanyekan Gerakan Lawan Rasisme

Reporter : JHON ROY PANGIBULAN SIREGAR
Editor : SAIFUL BAHRI
Selasa, 25 Maret 2025 12:38 WIB
Ilustrasi kampanye anti rasis. (Foto : Sportkeeda)

RM.id  Rakyat Merdeka - La Liga Spanyol terus mengkampanyekan gerakan melawan rasisme dengan memperingati Hari Internasional Penghapusan Diskriminasi Rasial pada Jumat (21/3/2025). Tahun ini menandai edisi keempat dalam gerakan itu bertajuk VS RACISM.

Pada tahun ini, La Liga berkolaborasi dengan EA Sports FC dan seniman urban SUSO33.

Melalui karya seninya yang berjudul ‘Melting Pot of Cultures’, seniman urban SUSO 33 menampilkan sepak bola dan urban sebagai bahasa universal yang melampaui batas, mendobrak hambatan, dan mendorong dialog serta rasa hormat di antara budaya yang berbeda.

Baca juga : Lindungi UMKM, Menteri Maman Bakal Bentuk Satgas

La Liga meneruskan inisiatif sebelumnya, seperti Unity VS Racism, Together VS Racism, dan #1voiceVSRACISM. 

Adsense

Kampanye VS RACISM menjadi langkah lanjutan dalam visi Transforming The Game di mana kedua organisasi berupaya membentuk masa depan sepak bola yang lebih inklusif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola atau masyarakat kita. Di La Liga, kami terus bekerja dari tahun ke tahun untuk menghapus segala bentuk kebencian, mempromosikan nilai-nilai penghormatan, keragaman dan inklusi. Olahraga harus menjadi cerminan persatuan dan hidup berdampingan di antara berbagai budaya,” ujar Direktur Eksekutif La Liga, Jorge de la Vega.

Baca juga : KOPNUS Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi dengan Anak Yatim

SUSO33 mengadaptasi karyanya, Melting Pot of Cultures. Di dunia, identitas berkembang melalui interaksi dan pertukaran, sepak bola dan seni memiliki bahasa yang sama, yaitu keduanya melampaui batas, mengakui kreativitas, bakat dan semangat.

Seni yang berpusat pada manusia dari SUSO 33 merupakan tulang punggung dari kampanye ini, yang menyampaikan pesan penting mengenai kesadaran dan pendidikan melawan rasisme.

Sentimen ini tercermin setiap hari di seluruh La Liga, di mana para pemain dari berbagai ras dan kebangsaan dari seluruh dunia hidup berdampingan di lapangan, menunjukkan bagaimana keragaman adalah salah satu kekuatan terbesar olahraga.

Baca juga : Edo Tak Tergantikan Di Tangan Bojan Hodak

Sejak musim 2015/2016, La Liga telah melaporkan semua kekerasan dan pelecehan yang terjadi di dalam dan di luar stadion kepada Komisi Negara Anti Kekerasan, Rasisme, Xenofobia dan Intoleransi dalam Olahraga, dan juga kepada Komite Kompetisi RFEF.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense