RM.id Rakyat Merdeka - Petarung UFC kelas welter, Belal Muhammad akan kembali membawa bendera Palestina saat memasuki arena di Montreal, Kanada, 10 Mei mendatang. Aksi simbolik ini bentuk dukungannya terhadap tanah kelahiran orang tuanya di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza.
Pernyataan ini disampaikan saat diwawancara MMA Fighting, kemarin. “Ya, 100 persen saya akan membawa bendera Palestina saat masuk ke octagon,” kata Belal.
Belal berulang kali menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. Sebelumnya, ia pernah memprotes pencopotan gambar bendera Palestina dari profil resminya di situs UFC. Protes ini berhasil. UFC kembali mencantumkan gambar bendera Palestina di profil Belal.
Jelang duel melawan penantang asal Australia, Jack Della Maddalena, Belal memastikan akan membawa kembali bendera Palestina ke arena pertarungan.
Baca juga : Ariel Tatum Akhirnya Go Public Dengan Kekasih
“Kami sudah berdiskusi dan pihak UFC menyetujuinya. Tak ada yang bisa menghentikan saya melakukan hal itu,” ujar petarung berdarah Palestina itu.
Pada pertarungan ini, Belal bukan bertarung demi gelar. Namun ia akan membawa misi yang lebih besar, yakni bersuara tentang penderitaan rakyat Palestina, seperti yang telah dilakukannya beberapa tahun terakhir. Mulai dari penggalangan dana sampai menyuarakan kondisi kemanusiaan melalui wawancara dan media sosial.
Belal pun menjadi salah satu tokoh olahraga internasional yang paling vokal dalam memperjuangkan keadilan di Timur Tengah.
“Itu sangat sulit, terutama sekarang. Sudah lebih dari dua tahun mereka berjuang untuk hidup, kelaparan, kekurangan medis, tidak ada bahan bakar. Dunia hanya menonton. Banyak yang mencoba mencari-cari alasan untuk diam. Ini benar-benar gila,” kata Belal menggambarkan kondisi tragis di Gaza.
Baca juga : Sabtu-Minggu Tetap Kerja, Prabowo Bilang Nggak Capek
Ia juga menyoroti laporan terbaru bahwa warga di Jalur Gaza tidak mendapatkan akses terhadap obat-obatan, makanan, maupun bahan bakar selama lebih dari 60 hari terakhir. Situasi ini, menurutnya, memicu semangat dan motivasi yang lebih besar untuk meraih kemenangan.
Setelah merebut gelar juara UFC pada Juli 2024 lalu, Belal menerima banyak pesan dari warga Palestina. Ucapan selamat dan dukungan itu menjadi bahan bakar emosional yang menguatkannya dalam latihan dan persiapan.
“Itu membuat saya ingin bekerja lebih keras. Saya pergi ke sasana, saya berlari lebih jauh, saya mengangkat beban lebih berat. Karena saya tidak boleh kalah,” katanya penuh semangat.
Menurut Belal, ketika ia menang dan berdiri membawa bendera Palestina di depan kamera, itu bukan hanya kemenangannya pribadi.
Baca juga : Soeharto Pahlawan Nasional Diputuskan Bulan Ini, Mensos Dengar Semua Suara
“Itu adalah kemenangan untuk mereka juga. Mereka melihat bendera mereka dikibarkan, mereka mendengar saya berbicara untuk mereka. Saya ingin terus menjadi suara bagi mereka,” tambahnya.
Belal percaya bahwa satu-satunya cara untuk terus menyuarakan perjuangan rakyat Palestina adalah dengan terus meraih kemenangan. Ia menyadari bahwa dunia memperhatikannya, dan setiap langkah di atas octagon adalah kesempatan untuk membawa pesan perdamaian dan keadilan.
“Saya hanya harus terus berjuang, terus bekerja keras, dan sisanya saya serahkan pada Tuhan. Tuhan punya rencana untuk semuanya. Saya berdoa agar semua ini segera berakhir,” ujar Belal.
UFC 315, menurutnya, bukan hanya akan menjadi pertarungan fisik, tetapi juga panggung perjuangan dan solidaritas. Dengan semangat dan tekad yang membara, Belal siap menghadapi laga besar sekaligus mengibarkan suara mereka yang tak bisa hadir di arena. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.