RM.id Rakyat Merdeka - Cristiano Ronaldo membahas Ballon d’Or. Sang peraih lima kali Ballon d’Or menilai trofi individu pemain terbaik dunia itu sudah kehilangan taji. Sudah bosan, dan tidak jelas kriterianya.
“Penghargaan individu kehilangan konsensus. Saya tidak bisa mengatakan siapa yang harus menang,” ungkap Ronaldo.
“Menurut saya, mereka yang menonjol dan juara Liga Champions harus memenanginya,” sambung eks bintang Manchester United dan Real Madrid itu.
Baca juga : Kluivert Tidak Akan Bedakan Lokal Dan Pemain Naturalisasi
Ronaldo bahkan menyebut Ballon d’Or saat ini sudah tidak terlalu relevan. “Saya tidak terlalu percaya pada penghargaan individu, karena saya tahu apa yang terjadi di balik layar,” ungkapnya.
Komentar CR7 itu langsung disambar dengan pedas oleh mantan bintang Prancis, Franck Ribery.
“Jadi kamu harus memenangkan Liga Champions untuk bisa meraih Ballon d’Or?” kicau Ribery disertai tiga emotikon tertawa.
Baca juga : Menko Airlangga Bertemu Dirjen WTO, Bahas Isu Perdagangan Global
Ribery yang telah pensiun merumput itu pernah merasa dirugikan pada 2013, meski meraih lima trofi bersama Bayern Munchen. Kala itu, dia dikangkangi Ronaldo dan Lionel Messi dalam perebutan Ballon d’Or.
Kekecewaan Ribery diungkapkan dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport pada 2022. “Itu tidak adil. Itu musim yang luar biasa bagi saya, dan seharusnya saya yang menang,” ceplosnya.
Pemilik codet di wajah itu menuding Ballon d’Or bukan murni soal prestasi. “Mereka memperpanjang waktu voting, dan ada hal aneh. Saya yakin itu adalah pilihan politik,” seru Ribery.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.