BREAKING NEWS
 

Stres, Guardiola Bakal Pensiun Melatih

Reporter : JHON ROY PANGIBULAN SIREGAR
Editor : ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Rabu, 30 Juli 2025 06:40 WIB
Pep Guardiola. (Foto: Instagram/pepteaml

RM.id  Rakyat Merdeka - Guardiola mengalami depresi karena setiap hari hanya memikirkan sepak bola. Namun, dia tidak menyesal Manchester City nirgelar musim lalu.

Pep Guardiola menegaskan bakal rehat melatih setelah meninggalkan Manchester City. Guardiola menjelma menjadi salah satu pelatih terbaik di dunia, sejak memulai karier sebagai juru taktik pada 2007 di Barcelona B. Ia kemudian naik pangkat menjadi pelatih utama Barcelona.

Ia membangun reputasinya sebagai pelatih bertangan dingin. Guardiola meraih 14 gelar sebagai pelatih El Barca pada rentang 2008-2012. Sentuhan midas Guardiola tak luntur kala pindah ke Bayern Munchen, dengan mengangkat tujuh gelar di sana. Guardiola semakin membuktikan diri salah satu pelatih terbaik setelah menjadi manajer City pada 2016.

Baca juga : Jelang SEA V League 2025, Megatron Ditunjuk Jadi Kapten Srikandi

Pria asal Spanyol tersebut meraih 18 gelar bersama The Citizens. Namun, Guardiola mu­lai mencapai titik jenuh dalam menukangi klub usai hampir dua dekade berkecimpung di dunia kepelatihan. Keputusan ini diambil demi kesehatan mental Guardiola. Kontrak Guardiola bersama City tersisa hingga 2027. Manajer 54 tahun ini tak mengungkap akan langsung rehat usai kontraknya habis di Etihad Stadium atau masih ada peluang dirinya memperpanjang kontrak.

Adsense

“Saya perlu berhenti dan fokus pada diri saya sendiri, pada tubuh saya,” ujar Guardiola dikutip dari Yahoo Sports.

“Pekerjaan pelatih adalah 24/7. Tekanan di pundak Anda sangat besar. Seorang teman per­nah memberi tahu, bahwa saya memiliki tiga kondisi sebagai pribadi: euforia, depresi, dan ab­sen. Jadi intinya, saya mencoba untuk bertahan di tengah-tengah kondisi ini,” imbuhnya.

Baca juga : Kimberly Ryder, Status WNA, Belum Kantongi Gono-gini

Musim lalu, City nirgelar. Usai dominan di Premier League dengan juara empat musim beruntun, City cukup terseok-seok pada 2024/2025 dan akhirnya hanya finis ketiga.

Sementara itu di Liga Cham­pions, The Citizens tersingkir dini di babak play-off fase gugur. Di kompetisi piala domestik, City juga gagal juara. Itu jadi kali pertama City nirgelar di era Guardiola. Namun, dia tak menyesalinya.

“Saya senang karena sudah gagal. Saya suka kegagalan,” ujar Guardiola. “Coba sebut yang tidak (gagal). Yang penting adalah memberikan segalanya dan mengerjakannya dengan baik. Tahun depan saya akan lebih baik. Bukankah begitu intinya?” tuntasnya. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense