BREAKING NEWS
 

Situasi Garasi Ferrari Jelang GP Italia

Lewis Hamilton Tegang, Leclerc Lebih Tenang...

Reporter : DANU ARIFIANTO
Editor : RIFFMY
Sabtu, 6 September 2025 06:05 WIB
Pebalap Tim Formula 1 Ferrari Charles Leclerc dan Lewis Hamilton. (Foto: Instagram/scuderiaferrari)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Formula 1 Ferrari menghadapi tekanan besar jelang Grand Prix Italia akhir pekan ini. Alih-alih optimistis, tim Kuda Jingkrak justru dihantui bayang-bayang kegagalan bangkit di depan tifosi sendiri.

Balapan di sirkuit Monza se­lalu jadi momen spesial. Tribun penuh warna merah, bendera berkibar, sorakan menggema. Itu berarti ekspektasi memuncak.

Dua pembalap Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, datang dengan kondisi mental berbeda. Leclerc lebih tenang, Hamilton justru dalam tekanan.

“Jelas ada banyak tekanan pada kami sebagai sebuah tim. Lebih-lebih bagi saya karena musim ini tidak berjalan baik. Kami akan mencoba menyerap energi dari para penggemar,” kata Hamilton, yang baru ber­gabung dengan Ferrari musim ini, seperti dikutip ESPN, ke­marin.

Baca juga : Janji Lebih Merakyat, DPR Jangan Omon-omon

Situasinya tak mudah. Ham­ilton sudah enam tahun puasa podium di Monza. Podium terakhirnya terjadi pada 2019. Kini, di usia 40 tahun, ia harus menanggung beban besar seka­ligus penalti lima posisi start.

Leclerc mencoba memberi dukungan. “Saya bilang ke­padanya, Monza melelahkan tapi penuh energi positif. Atmos­fernya gila,” kata Leclerc, yang sudah dua kali menang di Monza pada 2019 dan 2024.

Adsense

Namun, pembalap asal Mon­ako itu juga realistis. “Kami bukan favorit. McLaren sedang dominan. Tapi, di Monza, se­galanya bisa terjadi,” ujarnya.

McLaren memang jadi mo­mok. Mereka merajai beberapa seri terakhir dan datang ke Monza dengan rasa percaya diri tinggi. Sementara Ferrari masih mencari kemenangan pertama musim ini.

Baca juga : IHSG Pulih Cepat Pasca Demo, RI Masih Jadi Magnet Investor

Tifosi berharap keajaiban. Tapi jika Ferrari kembali gagal, tekanan di sisa musim bakal makin berat. Monza pun bisa berubah dari “Kuil Kecepatan” menjadi panggung kekecewaan.

Sekadar informasi, GP Italia adalah seri terakhir di Eropa sebelum Formula 1 melanjutkan perjalanan ke Asia dan Amerika. Karena itu, kemenangan di Monza bukan sekadar soal poin. Ini soal gengsi, moral, dan iden­titas tim.

Jika Ferrari kembali gagal, tekanan publik akan semakin besar. Bahkan, spekulasi soal masa depan Hamilton bisa men­cuat lebih cepat. Apakah ia akan bertahan? Apakah Ferrari harus melakukan perubahan besar? Semua pertanyaan ini akan men­cuat jika mereka gagal bangkit di Monza.

Namun, jika Ferrari berhasil menang, ceritanya akan berbeda. Kemenangan di Monza bisa jadi titik balik, memberi energi baru untuk menghadapi sisa musim.

Baca juga : Prabowo Kunjungan ke China, Situasi Dalam Negeri Aman

Apakah Ferrari sanggup menulis kisah manis di depan pendukungnya? Atau justru pu­lang dengan kepala tertunduk? Semua akan terjawab akhir pekan ini. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense