RM.id Rakyat Merdeka - Rivalitas dua pembalap Formula 1, Max Verstappen dan Lewis Hamilton, merambah ke arena MotoGP. Keduanya dikabarkan tengah berebut membeli saham tim yang berlaga di kejuaraan balap motor paling bergengsi itu.
Hamilton dan Verstappen mengikuti jejak Guenther Steiner yang mengakuisisi Tech3 bersama konsorsium Ikon Capital sehingga pintu investasi di MotoGP semakin terbuka. Steiner, yang sebelumnya memimpin tim Haas F1, akan menjabat Chief Executive Officer (CEO) baru Tech3 mulai musim 2026. Kehadirannya menandai langkah pertama figur Formula 1 masuk ke dunia roda dua.
Lewis Hamilton dikenal lama menggemari motor. Semasa di Mercedes, juara dunia tujuh kali itu sering terlihat menjajal motor super di sirkuit bersama insinyurnya, Peter Bonnington. Tahun lalu, ia bahkan sempat dikaitkan dengan rencana membeli Gresini Racing. Namun kandas karena pemilik Nadia Padovani enggan melepas saham.
Meski gagal, Hamilton tidak menyerah. Belakangan, ia kembali membuka komunikasi dengan sejumlah tim MotoGP. Dukungan datang dari TWG Motorsports, grup yang juga membidani tim Cadillac di F1 musim depan. Langkah ini memperlihatkan keseriusannya masuk ke MotoGP.
Baca juga : Baru Sehari Dilantik Sudah Didemo, Beri Kesempatan Menkeu Bekerja
Sementara itu, Max Verstappen memilih langkah lebih berhitung. Manajernya, Raymond Vermeulen, menegaskan belum ada kesepakatan konkret.
“Max memang penggemar berat MotoGP, tapi membeli tim bukan tujuan realistis untuk saat ini. Semua harus berjalan sempurna,” ujar Vermeulen seperti dikutip dari ESPN, kemarin.
Namun, informasi yang beredar menyebutkan kubu Verstappen sudah melakukan penjajakan dengan LCR, tim milik Lucio Cecchinello. Ini sinyal bahwa peluang keterlibatan sang juara dunia F1 tiga kali di MotoGP tetap terbuka.
Dengan akuisisi Liberty Media, MotoGP memasuki fase baru. Nilai komersial tim independen diperkirakan berada di kisaran 50–80 juta euro (sekitar Rp 900 miliar–Rp 1,4 triliun).
Baca juga : Prabowo Sepanggung Lagi Dengan Xi Jinping Dan Putin
Angka ini jauh lebih rendah dibanding valuasi tim F1, namun dianggap punya prospek pertumbuhan yang besar.
Selain itu, kalender MotoGP yang semakin fokus ke Asia, termasuk Indonesia, India, dan Thailand, memperkuat daya tarik pasar.
Data Dorna mencatat, rata-rata penonton global MotoGP mencapai lebih dari 400 juta per musim.
Jika rencana Hamilton maupun Verstappen terealisasi, persaingan keduanya tak lagi terbatas di trek Formula 1. Rivalitas abadi itu bisa berlanjut di MotoGP, kali ini dalam bentuk perebutan kepemilikan dan strategi bisnis tim.
Baca juga : Dikumpulkan Di Kertanegara, Kader Gerindra Dilarang Flexing
Bagi MotoGP, masuknya dua ikon F1 akan mendongkrak eksposur global dan memperkuat daya tarik komersial. Bagi penggemar, ini berarti duel Hamilton-Verstappen tidak akan pernah padam, bahkan ketika roda yang dipacu bukan lagi empat, melainkan dua. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.