Sebelumnya
Sambutan Hangat
Di sepanjang jalan, sambutan warga luar biasa meriah dan hangat. Warga yang terdiri dari pegawai negeri, anak sekolah, tua-muda, para ibu, bapak-bapak lanjut usia berdiri di pinggir jalan. Saat rombongan pebalap melintas, mereka melambaikan tangan, bendera, dan atau apa saja sambil bersorak memberi semangat.
Suasana hangat terus terasa sampai memasuki kota Waikabubak di Kabupaten Sumba Tengah. Warga benar-benar tumpah ruah di tepi jalan. Banyak sekali warga yang mengabadikan momen langka itu dengan kamera handphone dan beberapa tampak melakukan siaran langsung di media sosial.
Di Waibakul, empat pebalap terdepan sudah meninggalkan peloton dengan selisih jarak sampai 8,3 menit. Keempatnya tak terkejar sampai kilometer 46. Kelompok pengejar mendekati leader dengan jarak 45 detik. Posisi itu terus bertahan sampai memasuki finish di Tambolaka pukul 13. 40 WITA.
Pebalap asal Aljazair, Youcef Raguigui dari Madar Pro Cycling menyentuh finish pertama dengan catatan waktu 4 jam 14 menit 31 detik. Ia ditempel dua pebalap Indonesia, yaitu Reza Maulana (NC Pro Cycling) dan Muhammad Abdurrohman (Jakarta Pro Cycling) di tempat kedua dan ketiga.
Baca juga : Pebalap Sepeda Internasional Hadiri Gala Dinner
Pada klasifikasi umum sementara, Kenny Cornelis Ernst (Universe) mempertahankan posisinya sebagai pemegang Komodo Yellow Jersey, yaitu pebalap individu tercepat, sementara klasifikasi poin terbanyak (yellow jersey) tetap dipegang Lois Buffin (Kronospeed).
Raja tanjakan tetap dipertahankan Muhammad Herlangga (Nusantara BYC), pebalap Indonesia terbaik Muhammad Raihan Maulidan (Pontianak Wijaya Racing), dan pebalap muda terbaik Muhammad Syelhan Nurtrahmat (Garuda Development).
Agenda Tahunan
Gubernur NTT, Melki Laka Lena bersama Bupati Sumba Barat Daya Ratu Wulla menyambut para pembalap di lapangan Galatama.
Melki menegaskan komitmennya untuk menjadikan Tour De Entete sebagai agenda tahunan untuk mempromosikan pariwisata dan mengangkat perekonomian rakyat di NTT. Dia juga mengapresiasi sambutan masyarakat di sepanjang perjalanan tur yang sudah berjalan setengah dari 10 etape yang direncanakan.
Baca juga : Kunjungi Kampung Wisata Raja, Pebalap Sepeda Berburu Kelapa Muda
Melki menilai, Tour De Entete bukan hanya sekadar olahraga, namun juga cara mempromosikan pariwisata Sumba ke mata dunia. “Sumba semakin dikenal luas sebagai pulau indah dan eksotis. Tour De Entete membuktikan keindahan alam Sumba sekaligus menghadirkan perputaran ekonomi lokal bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla menyatakan, wilayahnya mengandalkan pariwisata sebagai sumber penopang perekonomian daerah. Karena itu, pihaknya siap mengembangkan Tour De Entete sebagai sarana promosi pariwisata yang efektif.
“Sebagai langkah awal, mungkin sekarang belum langsung terlihat dampaknya. Tapi kami yakin, bila dikembangkan lebih baik, ke depannya even yang diikuti para pebalap internasional ini dapat mempromosikan pariwisata Sumba Timur ke kancah dunia,” tuturnya.
Etape 6 merupakan perjalanan kembali ke Waingapu dan akan diikuti 56 pebalap. Jumlah pebalap menurun cukup banyak karena berbagai sebab, seperti kerusakan sepeda, cedera, atau tidak dapat berpacu sampai finish.
Tim Suez Canal Discovery bahkan kehilangan lima pebalapnya, karena gagal mencapai finish pada etape lima dan dua. Tim asal Mesir itu tidak mengikutsertakan pebalapnya pada etape enam.
Baca juga : Alcaraz Rebut Kembali Peringkat 1 Dari Sinner
Begitu pula Timor Leste, yang dua pebalapnya gagal finish dan dua lainnya tidak dapat start pada etape ketiga karena sepeda mereka rusak dan kondisi fisik yang menurun.
Tim Ironwan Malaysia juga tidak ikut balapan, karena lima pebalapnya gagal finish pada etape kelima. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.