Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sempat Ditunda Netanyahu
Warga Palestina Sambut Kepulangan 110 Sandera
Sabtu, 1 Februari 2025 04:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kelompok Hamas dan Israel kembali bertukar sandera, Kamis (30/1/2025). Suasana haru biru mengiringi kepulangan 110 tahanan Palestina ke Ramallah. Sebagai gantinya, Hamas membebaskan delapan sandera Israel yang dipulangkan ke Khan Younis, Gaza tengah.
Dilansir Reuters, pembebasan warga Palestina yang disandera Israel disambut dengan sorak-sorai di jalanan Ramallah. Ratusan orang berkumpul untuk menyambut mereka.
Di antara mereka yang dibebaskan terdapat 30 anak-anak. Menurut Adalah, organisasi bantuan hukum, beberapa dari mereka ditahan tanpa dakwaan dan tidak ada yang divonis.
Baca juga : Kuliah Gratis Di Unhan, Mahasiswa Palestina: Indonesia Peduli & Beri Keadilan
Salah satu tokoh paling menonjol yang dibebaskan pekan ini adalah mantan komandan Brigade Martir Al-Aqsa, sayap militer partai Fatah yang menguasai Tepi Barat, Zakaria Zubeidi. Ibu, saudara, dan anaknya dibunuh pasukan militer Israel.
Israel sempat menunda proses pembebasan tahanan karena marah terhadap kerumunan warga Palestina yang menyemut ingin melihat proses pembebasan sandera Israel oleh Hamas. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahkan mengancam akan membunuh siapa pun yang menyakiti para sandera.
Netanyahu pun menuntut jaminan dari para mediator kesepakatan gencatan senjata -Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS) bahwa insiden serupa tidak akan terulang lagi.
Baca juga : Gempa Darat M3,1 Guncang Kabupaten Sukabumi, Kedalaman 7 Km
Pembebasan tentara Israel yang ditawan, Agam Berger, di Jabalya, Gaza utara, pada Kamis pagi (30/1/2025) berlangsung tanpa insiden. Proses pembebasannya telah diatur dengan cermat.
Kelompok Hamas mengaraknya di depan kamera sebelum menyerahkannya kepada perwakilan Komite Internasional Palang Merah. Namun, pembebasan dua warga sipil Israel dan lima warga Thailand pada siang harinya berlangsung lebih mencolok.
Ribuan warga Gaza memadati Khan Younis saat Hamas dan sekutunya melakukan serah terima tawanan dengan Israel.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya