Dark/Light Mode

Sempat Ditunda Netanyahu

Warga Palestina Sambut Kepulangan 110 Sandera

Sabtu, 1 Februari 2025 04:03 WIB
Ratusan warga Palestina berkumpul menjelang serah terima sandera, yang ditahan di Gaza sejak serangan mematikan pada 7 Oktober 2023, kepada anggota Komite Palang Merah Internasional (ICRC) sebagai bagian dari gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran sandera-tawanan antara Hamas dan Israel, di Jabalia, di Jalur Gaza utara, 30 Januari 2025. (Foto Reuters/Dawoud Abu Alkas)
Ratusan warga Palestina berkumpul menjelang serah terima sandera, yang ditahan di Gaza sejak serangan mematikan pada 7 Oktober 2023, kepada anggota Komite Palang Merah Internasional (ICRC) sebagai bagian dari gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran sandera-tawanan antara Hamas dan Israel, di Jabalia, di Jalur Gaza utara, 30 Januari 2025. (Foto Reuters/Dawoud Abu Alkas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelompok Hamas dan Israel kembali bertukar sandera, Kamis (30/1/2025). Suasana haru biru mengiringi kepulangan 110 tahanan Palestina ke Ramallah. Sebagai gantinya, Hamas membebaskan delapan sandera Israel yang dipulangkan ke Khan Younis, Gaza tengah.

Dilansir Reuters, pembebasan warga Palestina yang disandera Israel disambut dengan sorak-sorai di jalanan Ramallah. Ratusan orang berkumpul untuk menyambut mereka.

Di antara mereka yang dibebaskan terdapat 30 anak-anak. Menurut Adalah, organisasi bantuan hukum, beberapa dari mereka ditahan tanpa dakwaan dan tidak ada yang divonis.

Baca juga : Kuliah Gratis Di Unhan, Mahasiswa Palestina: Indonesia Peduli & Beri Keadilan

Salah satu tokoh paling menonjol yang dibebaskan pekan ini adalah mantan komandan Brigade Martir Al-Aqsa, sayap militer partai Fatah yang menguasai Tepi Barat, Zakaria Zubeidi. Ibu, saudara, dan anaknya dibunuh pasukan militer Israel.

Israel sempat menunda proses pembebasan tahanan karena marah terhadap kerumunan warga Palestina yang menyemut ingin melihat proses pembebasan sandera Israel oleh Hamas. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahkan mengancam akan membunuh siapa pun yang menyakiti para sandera.

Netanyahu pun menuntut jaminan dari para mediator kesepakatan gencatan senjata -Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS) bahwa insiden serupa tidak akan terulang lagi.

Baca juga : Gempa Darat M3,1 Guncang Kabupaten Sukabumi, Kedalaman 7 Km

Pembebasan tentara Israel yang ditawan, Agam Berger, di Jabalya, Gaza utara, pada Kamis pagi (30/1/2025) berlangsung tanpa insiden. Proses pembebasannya telah diatur dengan cermat.

Kelompok Hamas mengaraknya di depan kamera sebelum menyerahkannya kepada perwakilan Komite Internasional Palang Merah. Namun, pembebasan dua warga sipil Israel dan lima warga Thailand pada siang harinya berlangsung lebih mencolok.

Ribuan warga Gaza memadati Khan Younis saat Hamas dan sekutunya melakukan serah terima tawanan dengan Israel.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.