BREAKING NEWS
 

Tinju Pelajar “Arena Selatan” Jadi Arena Lawan Kekerasan, Bamsoet Beri Dukungan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 9 November 2025 17:17 WIB
Anggota DPR Bambang Soesatyo (berkemeja biru) menerima panitia Arena Selatan, di Jakarta, Minggu (9/11/2025). (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ajang tinju antar pelajar SMA "Arena Selatan", yang melibatkan 46 siswa SMA dari berbagai sekolah di Jakarta, akan digelar 15 November 2025 di GOR Bulungan, Jakarta. Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mendukung event ini.

"Arena Selatan" dirancang secara profesional dengan misi membentuk karakter, menumbuhkan sportivitas, dan melawan budaya kekerasan di sekolah. Event yang akan dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Tohir, Sabtu (15/11/2025) ini lahir sebagai wadah pembinaan bagi siswa SMA usia 16–18 tahun agar menyalurkan energi secara positif dan konstruktif, sekaligus menjadi gerakan sosial yang menumbuhkan semangat persaudaraan di kalangan generasi muda.

Acara ini akan menghadirkan enam peserta tamu yang terdiri dari alumni dan influencer. Acara ini juga menggandeng Daud Yordan, petinju profesional pemegang berbagai gelar dunia dan anggota DPD periode 2024–2029, yang akan tampil sebagai mentor dan ikon inspiratif di atas ring.

Baca juga : Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional Tokoh Bangsa Kompak Beri Dukungan

Menurut Bamsoet, sapaan akrab Bambang, Arena Selatan membawa napas baru dalam dunia olahraga pelajar. Di sini, anak-anak gen Z belajar arti menghargai lawan, mengelola emosi, dan menyelesaikan perbedaan dengan cara yang terhormat.

Adsense

“Ini bukan soal menang atau kalah, tetapi tentang menumbuhkan karakter tangguh dan bertanggung jawab,” ujar Bamsoet, saat menerima panitia Arena Selatan, di Jakarta, Minggu (9/11/2025). Panitia Arena Selatan hadir antara lain Andi Akmal Fatir Sose, Almer Jannatan Mizan, Bedirgha Pramestya Putra Soesatyo dan Berryl Iriawan.

Bamsoet menilai, konsep Arena Selatan sangat relevan dengan tantangan remaja masa kini, saat konflik kerap berujung pada kekerasan dan perundungan di sekolah. Menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sepanjang tahun 2024 terdapat lebih dari 1.200 laporan kasus kekerasan di lingkungan sekolah, dengan sebagian besar melibatkan pelajar SMA. 

Baca juga : Soeharto Dinilai Layak Jadi Pahlawan Nasional, Tokoh Bangsa Kompak Beri Dukungan

Menurut Bamsoet, angka tersebut menjadi peringatan keras. “Kita perlu wadah yang bisa mengalihkan energi mereka ke hal-hal positif. Arena Selatan membuktikan bahwa konflik bisa diselesaikan tanpa kebencian, tanpa kekerasan, dan tetap menjunjung sportivitas,” ucapnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Tarung Derajat ini memaparkan, dengan format profesional yang melibatkan pelatih dan wasit bersertifikat, Arena Selatan menjadi ajang yang aman sekaligus mendidik. Pertandingan dibagi menjadi tiga kategori, yakni general, alumni, dan championship. Menciptakan kompetisi berjenjang yang menumbuhkan semangat juang sekaligus tanggung jawab sosial.

"Kalau kita ingin membangun generasi tangguh, kita perlu mengajarkan bagaimana mereka mampu mengelola emosi dan menyalurkannya secara terhormat. Keberanian sejati bukan diukur dari siapa yang paling keras memukul, tetapi siapa yang mampu mengendalikan diri dan menjunjung sportivitas,” pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense