RM.id Rakyat Merdeka - Carlos Alcaraz resmi menyandang status ATP Year-End Number 1 atau peringkat satu dunia akhir tahun 2025. Status raja tenis dunia ini dinobatkan kepada Alcaraz setelah ia menyelesaikan fase grup Nitto ATP Finals dengan rekor sapu bersih 3-0.
Pada pertandingan Kamis (13/11/2025), Alcaraz mengalahkan Lorenzo Musetti. Dengan rekor tak terkalahkan di fase grup sudah cukup bagi Alcaraz untuk mengamankan takhta raja tenis untuk kedua kalinya.
“Ini sangat berarti bagi saya, jujur. Peringkat satu akhir tahun selalu menjadi tujuan,” kata Alcaraz.
Ia pernah merasa target ini sulit digapai karena dominasi rivalnya, Jannik Sinner di awal tahun. “Di awal tahun, saya melihat No. 1 sangat, sangat jauh,” ujarnya.
Baca juga : Prabowo Sayang Guru
Alcaraz mulai berani memasang target menjadi Petenis No.1 di pertengahan musim. “Saya bertarung sengit dengan Jannik untuk posisi ini dan akhirnya saya mendapatkannya. Bagi saya, ini berarti segalanya,” tegas Alcaraz.
Ini adalah tahun yang tak terlupakan bagi petenis berusia 22 tahun itu. Pada 2022, ia menjadi pemain termuda dalam sejarah (sejak 1973) yang meraih peringkat satu akhir tahun.
Kini, ia menjadi pemain aktif kedua yang meraih status ini lebih dari sekali, bergabung dengan Novak Djokovic (8 kali).
Musim 2025 Alcaraz memang luar biasa. Ia memenangkan delapan gelar, terbanyak di tur tahun ini. Kemenangannya mencakup dua gelar Grand Slam, yakni Roland Garros dan US Open.
Baca juga : Hasil Survei Litbang Kompas: Mayoritas Percaya Lagi kepada Polri
Selain itu, Alcaraz menyabet tiga gelar ATP Masters 1000 (Monte-Carlo, Roma, dan Cincinnati) serta tiga turnamen ATP 500 (Rotterdam, Queen’s Club, dan Tokyo). Delapan trofi ini adalah yang terbanyak yang pernah ia raih dalam satu musim.
Kemenangannya di Roland Garros sangat dramatis. Ia harus menyelamatkan tiga championship point melawan Jannik Sinner di final. 15 Laga itu berlangsung selama lima jam 29 menit, menjadikannya fi nal terpanjang dalam sejarah turnamen tersebut.
Dengan memenangkan US Open (hanya kehilangan satu set), Alcaraz menjadi yang termuda dari empat petenis pria (Djokovic, Nadal, Wilander) yang mampu meraih gelar major di tiga permukaan berbeda: tanah liat, rumput, dan lapangan keras.
Ketua ATP, Andrea Gaudenzi memuji pencapaian Alcaraz. “Mengakhiri musim sebagai No. 1 adalah pencapaian luar biasa... Melakukannya dua kali pada usia 22 tahun membuatnya semakin spesial,” kata Gaudenzi.
Baca juga : Ada Yang Bergaji 100 Juta, BPJS-Nya Dibayar Negara
Setelah finis sebagai juara Grup Jimmy Connors, Alcaraz akan menghadapi pemenang antara Alexander Zverev dan Felix Auger-Aliassime di babak semifinal, Sabtu (15/11/2025). Ia kini berjarak dua kemenangan lagi untuk menjuarai Nitto ATP Finals pertamanya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.