BREAKING NEWS
 

Pasukan Prabowo, Taktik Irjen Nunung Antar Pencak Silat Raih 4 Emas Sea Games

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 19 Desember 2025 05:51 WIB
Manajer tim Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengalungkan medali emas ke Safira Dwi Meilani, di Sea Games Thailand. (Foto: Dok. PB IPSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gemuruh tepuk tangan membelah Impact Arena Muang Thong Thani, Rabu (17/12/2025) sore. Bendera Merah Putih perlahan naik ke puncak. Bukan sekali, melainkan tiga kali dalam satu hari. Hari itu, Indonesia mengunci tiga medali emas cabang pencak silat pada SEA Games 2025 Bangkok. Sebelumnya, Minggu (14/12/2025), emas pertama telah diraih dari nomor seni beregu putra. Total, Indonesia memenuhi target: empat medali emas.

Di balik capaian tampak klinis itu, ada duet Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dan Irjen Pol Nunung Syaifuddin sebagai manajer tim yang memimpin langsung pasukan ke Bangkok. Empat emas itu bukan hasil keberuntungan sesaat. Ini buah dari konsistensi kepemimpinan bertahun-tahun. Prabowo, yang menjabat Ketua Umum PB IPSI periode 2021–2025, memegang peran sentral membangun fondasi dan ekosistem pencak silat Indonesia, baik di dalam negeri maupun di pentas internasional. Di bawah komandonya, silat tidak sekadar olahraga, tetapi juga identitas budaya dan instrumen prestasi nasional.

Selain memimpin PB IPSI, Prabowo menjabat Ketua Umum Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) dan Presiden International Pencak Silat Federation (IPSF). Posisi strategis itu membuat arah kebijakan silat Indonesia berpengaruh di tingkat dunia. Meski beberapa kali menyatakan keinginan regenerasi kepemimpinan, Prabowo tetap menjadi rujukan utama. Operasional harian IPSI dijalankan oleh Sugiono sebagai pelaksana tugas ketua, sementara strategi jangka panjang tetap di bawah kendali Prabowo. Dari ruang kebijakan inilah target empat emas SEA Games ditetapkan—ambisius, namun terukur.

Baca juga : Tiba di Padang, Prabowo Kembali Kunjungi Daerah Terdampak Bencana Sumatera

Target tersebut dieksekusi di lapangan oleh Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, Wakabareskrim Polri. Dengan disiplin khas korps dan pengalaman organisasi, Nunung memimpin para pesilat dari ruang latihan hingga arena pertandingan. Bagi atlet, ia bukan sekadar manajer.

Adsense

“Latihan keras tidak cukup tanpa mental juara,” pesan Nunung, yang berulang kali dikutip para pelatih. Hasilnya berbicara tanpa perlu retorika.

Emas pertama diraih dari nomor seni beregu putra oleh Andika Dhanireksa, Rano Slamet Nugraha, dan Asep Yuldan Sani, yang memukau juri dengan harmoni gerak dan presisi, mencatat skor 9,965. Emas kedua menyusul lewat Muhammad Zaki Zikrillah Prasong, yang menang walkover setelah lawan dari Thailand mengundurkan diri. Emas ketiga dipersembahkan Safira Dwi Meilani di kelas B putri. Puncaknya, Tito Hendra Cipta memastikan emas keempat di kelas E putra lewat teknik agresif dan kontrol emosi.

Baca juga : Wakili Prabowo, Gibran Akan Pidato Di G20

Di tepi arena, Nunung tak tampak sebagai perwira tinggi kepolisian. Ia berdiri seperti pelatih lama yang paham kapan menekan dan kapan memberi ruang. Sementara, di Jakarta, laporan kemenangan satu per satu tiba di meja PB IPSI. Prabowo dan pengurus menyambutnya tanpa gegap gempita. Pesannya singkat: evaluasi berikutnya adalah Asian Games.

Capaian ini menegaskan struktur kepemimpinan yang bekerja dari hulu ke hilir—dari menara kebijakan PB IPSI hingga arena pertandingan. Pencak silat kembali membuktikan diri sebagai cabang unggulan Indonesia, memperkuat posisi Merah Putih di klasemen SEA Games.

Bagi para pesilat, emas itu bukan sekadar prestise. Ia simbol fondasi yang dibangun puluhan tahun masih kokoh. Kolaborasi Prabowo sebagai panglima kebijakan dan Irjen Pol. Nunung sebagai komandan lapangan melahirkan hasil konkret: empat emas yang membuat Bangkok kembali bergema oleh lantunan Indonesia Raya.

Baca juga : Paduan Suara SMP Labschool Cirendeu Raih Emas Di Ajang Internasional Malaysia

Pencak silat datang ke Bangkok bukan hanya untuk bertanding. Ia membawa visi besar: mempertahankan supremasi Asia Tenggara dan menyiapkan langkah ke panggung yang lebih tinggi. SEA Games 2025 menjadi buktinya—ketika taktik dan visi berjalan selaras, yang diraih bukan hanya podium, melainkan martabat bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense