BREAKING NEWS
 

Barcelona Pertahankan Piala Super Spanyol, Xabi Alonso Sakit Hati

Reporter : JHON ROY PANGIBULAN SIREGAR
Editor : ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Selasa, 13 Januari 2026 06:20 WIB
Barcelona meraih Piala Super Spanyol ke-16. (Foto: Instagram/fcbarcelona)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelatih Xabi Alonso merasa sakit hati gagal mengalahkan Barca. Tekanan kembali berat usai Madrid kepayahan mengejar Barca di LaLiga.

Barcelona mempertahankan gelar Piala Super Spanyol usai menumbangkan Real Madrid 3-2 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, dini hari kemarin. 

Di babak pertama, kedua rival bermain imbang 2-2. El Barca unggul dua kali lewat Raphinha dan Robert Lewandowski, tapi Madrid dua kali menyamakan lewat Gonzalo Garcia dan Vinicius Junior. Namun, Raphinha mencetak brace di babak kedua untuk memastikan kemenangan timnya.

Selain meraih gelar ke-16, Barca juga membalas kekalahan dalam El Clasico jilid pertama LaLiga musim ini. Saat itu di kandang Madrid, Barca dipaksa menyerah 2-1. 

Baca juga : Ferrari Dapat Rapor Merah, Kepala Tim Pasang Badan Bela Hamilton

Pelatih Barca Hansi Flick sesungguhnya memiliki rekor ciamik dalam El Clasico di musim lalu. Dari empat pertemuan di kompetisi domestik, Final Copa del Rey dan Piala Super Spanyol, Flick selalu mengungguli Carlo Ancelotti yang saat itu menangani Madrid. 

Kini, Madrid sudah berganti pelatih dan ditangani Xabi Alonso. Skor dua pelatih ini sudah 1-1. Hanya saja, Flick sedikit lebih unggul karena Barca masih bertengger di puncak klasemen LaLiga. Sementara, Madrid membuntuti di peringkat dua dan sudah tertinggal empat poin. 

Alonso sesungguhnya berharap menang Supercopa de Espana, sekaligus trofi pertamanya sebagai pelatih Madrid. Bila menjadi juara, setidaknya bisa menaikkan kepercayaan diri tim yang kesulitan mengejar Barca di kompetisi. 

Adsense

Alonso juga mengalami tekanan setelah menuai hasil mengecewakan di liga. 

Baca juga : Kabar dari Lokasi Bencana Semakin Menggembirakan

“Bagaimana cara Anda kalah, itu selalu menyakitkan. Apalagi ini pertandingan berjalan imbang dan sangat ketat,” kata Alonso. 

“Kami bertarung hingga akhir pertandingan. Kami mengucapkan selamat kepada Barca,” imbuhnya. 

Alonso pantas kecewa karena pertandingan memang sangat ketat dan kedua tim bergantian membobol gawang lawan. 

Kontras dengan final Piala Super Spanyol musim lalu. Saat itu, Barca seperti menang mudah 5-2 atas Los Merengues

Baca juga : Hari Ini Kembali Luncurkan Sekolah Rakyat, Prabowo Fokus Benahi Sumber Daya Manusia

“Kami sangat bahagia karena meraih trofi berikutnya. Melawan Madrid memang merupakan pertandingan besar dan selalu ketat,” kata Lewandowski yang kembali menjadi starter. 

Di pertandingan itu, baik Barca maupun Madrid menurunkan tim terbaik. Bahkan, Alonso memasukkan Kylian Mbappe yang sebelumnya absen di laga semifinal karena belum pulih dari cedera lutut. 

Sementara, Flick kembali memilih Lewandowski sebagai starter, sehingga Ferran Torres duduk di bangku cadangan. Pemain sayap Lamine Yamal kembali menjadi pilihan pertama. Saat menang lawan Athletic Bilbao di semifinal, Yamal baru diturunkan di babak kedua. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense