Dark/Light Mode

Hari Ini Kembali Luncurkan Sekolah Rakyat, Prabowo Fokus Benahi Sumber Daya Manusia

Senin, 12 Januari 2026 08:38 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memberi pembekalan kepada sekitar 2.000 guru dan kepala sekolah Program Sekolah Rakyat, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Presiden Prabowo Subianto saat memberi pembekalan kepada sekitar 2.000 guru dan kepala sekolah Program Sekolah Rakyat, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari ini, Senin (12/1/2026), Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sesuai janjinya pada Asta Cita poin keempat, Prabowo fokus benahi Sumber Daya Manusia (SDM).

Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru menjadi saksi dimulainya pembenahan kualitas SDM di Indonesia. Antusiasme pun tak terelakkan. Ratusan guru, siswa, dan tenaga pendidik siap menyambut Prabowo.

Sebanyak 2 ribu peserta akan memadati SRT yang berlokasi di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru. Sejumlah siswa Sekolah Rakyat akan perform di hadapan Presiden, seperti paduan suara, teater, pidato bertema perdamaian dunia dalam empat bahasa asing, hingga atraksi baris variasi. 

Mereka datang dari berbagai Sekolah Rakyat di Indonesia. Seperti dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Aceh Besar, Malang, Probolinggo, Jombang, Pasuruan, Kupang, Makassar, hingga Jayapura.

Salah satu siswa yang beruntung adalah Earlene Naifah Widyadana, siswi SRT 8 Jombang, Jawa Timur. Gadis berumur 15 tahun itu akan menjadi pembawa acara pada acara peluncuran Sekolah Rakyat.

Naifah masih tak menyangka, mendapat kehormatan tampil di depan Presiden. Lahir dari keluarga sederhana, Naifah bahkan belum pernah merasakan naik pesawat. "Syukur alhamdulillahnya bisa ketemu Pak Prabowo. Seneng banget di sini," tuturnya.

Perasaan yang sama juga diutarakan Maria Cindayani Rosari Limun. Guru Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang ini bahagia. Menurutnya, Sekolah Rakyat sangat bermanfaat dan dirasakan betul bagi yang membutuhkan.

Baca juga : Permudah Rehabilitasi Pascabencana: Uangnya Cair Duluan, Administrasi Belakangan

"Banyak anak di sana yang membutuhkan pendidikan, bantuan pendidikan. Saya sangat berharap di NTT (Nusa Tenggara Timur) ini tidak hanya sampai di SMP, ada juga sampai di SMA," ungkap Maria.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang telah lebih dulu tiba di Banjarbaru terus mempersiapkan acara ini. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini meminta sejumlah siswa dari Sekolah Rakyat se-Indonesia memberikan penampilan terbaik di hadapan Presiden.

Penampilan yang akan ditunjukkan, dirancang untuk menggambarkan bagaimana keadaan sesungguhnya dari Sekolah Rakyat. Pasalnya, program ini merupakan gagasan Prabowo yang fokus benahi SDM, khususnya bagi masyarakat terpinggirkan.

Program ini memberi akses pendidikan berkualitas serta pemberdayaan keluarga bagi warga miskin dan miskin ekstrem. "Hari Senin akan diresmikan Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik," kata Gus Ipul.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dari strategi nasional pengentasan kemiskinan. Anak mendapatkan pendidikan, sementara orang tua memperoleh program pemberdayaan agar keluarga dapat naik kelas.

Sebab, data menunjukkan hal yang menyedihkan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, lebih dari 3 juta anak usia sekolah tidak sekolah atau berisiko putus sekolah.

Namun, dengan Sekolah Rakyat, sebagian anak telah mengikuti pembelajaran di berbagai daerah. Seluruh siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil satu dan dua. 

Baca juga : Tak Lagi Perlihatkan Tersangka Ke Publik, KPK Jalankan KUHAP Baru

Proses penerimaan dilakukan tanpa seleksi akademik dan berbasis pemetaan potensi setiap anak. Pembelajaran didukung teknologi digital melalui sistem Learning Management System dan perangkat belajar interaktif. 

Setiap siswa mendapatkan satu unit laptop dan menggunakan papan digital saat proses belajar mengajar. Kurikulum Sekolah Rakyat menekankan penguatan karakter, keterampilan, dan potensi unik setiap peserta didik. 

Sekolah juga menyiapkan jalur lanjutan ke perguruan tinggi dan dunia kerja melalui beasiswa dan kemitraan. Selain pendidikan, keluarga siswa juga menerima bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi. 

Mereka mendapatkan kepesertaan jaminan kesehatan, makanan bergizi, serta akses koperasi desa. Saat ini terdapat 166 Sekolah Rakyat rintisan dengan total lebih dari 15 ribu siswa. 

Pemerintah menargetkan pengembangan hingga 500 sekolah pada tahun 2029. Pembangunan Sekolah Rakyat permanen juga berjalan di 104 lokasi dan ditargetkan mencapai 200 titik. Setiap sekolah dirancang menampung hingga seribu siswa agar target 500 ribu peserta didik tercapai.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo juga meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru. Tujuannya, untuk memastikan kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat yang diluncurkan hari ini.

"Kita meninjau persiapan launching pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Saat peresmian nanti, secara nasional sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang beroperasi," ujar Dody.

Baca juga : BRI Dan Kemenpora Gelar Program Literasi Keuangan, Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet Berprestasi SEA Games 2025

Lokasi Sekolah Rakyat di Banjarbaru berdiri di atas lahan seluas 9,8 hektare. Sementara di Kalimantan Selatan, terdapat tiga lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, yakni di Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Bumbu.

"Kapasitas Sekolah Rakyat yang kita bangun ini bisa menampung hingga 3 ribu murid. Konsepnya boarding school, sehingga kita siapkan semuanya," kata politisi Partai Demokrat ini.

Tugas Kementerian PU adalah memastikan pembangunan fisik dapat selesai tepat waktu. Meliputi ruang belajar, lapangan olahraga, asrama atau tempat tidur, hingga ruang makan.

"Targetnya akhir Juni harus selesai, wajib. Karena Juli 2026 sudah masuk tahun ajaran baru. Jadi tanggal 30 Juni harus tuntas. Secara nasional ada 104 Sekolah Rakyat yang harus selesai," tegas Dody.

Guna memaksimalkan program ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyerahkan 150 unit bus sekolah kepada pemerintah daerah dan lembaga pendidikan sepanjang 2025. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pengadaan bus ini sesuai dengan arahan Presiden.

Hal ini juga sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjamin tersedianya layanan transportasi publik yang lebih luas, sekaligus mendukung pemerataan akses layanan dasar bagi masyarakat.

"Kami ingin memastikan para siswa mendapat akses transportasi laik dan aman sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif dan optimal," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.